Beberapa hari setelah Adrian keluar dari rumah sakit, suasana di rumah utama keluarga Ardyn mulai berubah. Pelayan-pelayan menjadi lebih ramah, keluarga besar mulai menjaga sikap, dan media pun mulai menurunkan tensi pemberitaan yang sempat memanas. Namun bagi Adrian, satu hal yang paling berubah adalah... Alena. Gadis itu kini bukan lagi gadis yang takut dibentak, ragu untuk bicara, atau terus merasa tak layak berdiri di sisinya. Sejak hari ia mengungkapkan perasaannya, Alena mulai menunjukkan sisi dirinya yang lebih berani dan dewasa. Bukan karena ingin membuktikan sesuatu melainkan karena ia sudah menerima siapa dirinya sendiri. Suatu malam, saat Adrian sedang menyelesaikan laporan bisnis di ruang kerjanya, Alena masuk dengan membawa secangkir teh hangat. “Kau belum tidur juga?” tan

