BAB 30 - Membangun Benteng di Atas Pasir

1082 Words

Yiven terbangun dari tidur yang tidak pernah benar-benar datang. Matanya perih, seolah ada butiran pasir yang mengganjal di balik kelopak matanya. Ia merasakan kantuk yang luar biasa berat, namun beban yang jauh lebih menindas adalah rasa muak yang mengkristal di dalam dadanya. Malam yang ia habiskan di diskotek, di pojokan gelap bersama wanita asing, hanya menegaskan satu kebenaran yang pahit: obsesinya pada Nayla adalah sebuah penyakit jiwa, bukan kelainan fisik yang bisa ia 'sembuhkan' dengan hasrat murahan. Obsesi itu melekat erat pada trauma masa lalu yang tak tersembuhkan. Pagi itu, seragam bedah putih terasa lebih berat daripada biasanya. Kemejanya terasa dingin dan kaku di kulitnya, seolah jubah itu kini menyimpan dosa dan janji pengkhianatan yang tak terucapkan. Ia harus memaksa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD