Nayla Jeneva turun dari taksi yang baru saja berhenti di lobby apartemennya. Angin sore yang sejuk, segera menyambut. Di satu tangan, Nayla membawa berkas berisi hasil MRI Jantung Fiona, dan di tangan lainnya, ia menggandeng Fiona. Setelah berhasil lolos dari konsultasi dengan Yiven tadi pagi, sore ini, ia membawa putrinya ke klinik jantung kecil tak jauh dari rumahnya untuk mendapatkan konfirmasi dari dokter lain. Hasilnya jelas: Fiona baik-baik saja. Ritme jantung itu, meski tidak biasa, hanya anomali ringan yang tidak mengancam jiwa. "Kita pulang, Sayang. Besok hari sekolah, Fiona senang, kan?" tanya Nayla, mencium puncak kepala Fiona. Fiona mengangguk lelah sambil tersenyum. Setelah masuk ke apartemen mereka yang minimalis dan teratur, Nayla memastikan Fiona istirahat di kamarnya,

