BAB 41 - Sampel Rambut dan Suami Nayla

1760 Words

Matahari bahkan belum sepenuhnya meninggi ketika Yiven sudah memarkir mobilnya di area khusus dokter. Langit pagi itu berwarna kelabu pucat, seolah turut merasakan kelelahan yang menggelayuti bahunya. Semalaman, Yiven hanya mendapatkan tidur yang gelisah dan terputus-putus. Setiap kali ia memejamkan mata, yang muncul adalah sebuah bayangan menyakitkan: wajah Nayla yang dingin dan penuh amarah, lalu berganti menjadi wajah Maria yang penuh kekecewaan di malam perpisahan mereka. Dua bayangan itu bertabrakan di alam bawah sadarnya, menciptakan ledakan rasa bersalah yang tak berujung. Yiven datang ke rumah sakit pagi ini bukan hanya karena kewajiban; ia datang untuk Nayla. Yiven berjalan cepat menyusuri koridor bangsal anak menuju Nurse Station. Langkah kakinya yang panjang dan tegas berdent

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD