"Tuan, kapan Tuan pulang?" tanya Dinar terkejut melihat Chris yang sudah berada di kamar Ihza. "Tadi malam," jawab Chris santai. "Bukannya Tuan pergi ke luar kota? Terus kenapa ada di rumah?" tanya Dinar heran. "Aku tidak jadi keluar kota. Bagaimana kabar kamu, Dinar?" tanya Chris. "Aku baik Tuan," jawab Dinar, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kenapa Om Chris bertanya kabarku? Setiap hari dia bertemu denganku, apa dia tidak melihat kondisiku yang sehat bugar ini? Aneh juga. Apa jangan-jangan otaknya sudah bergeser setelah penolakan malam itu? Dinar bertanya-tanya dalam hati. "Kamu kenapa? Banyak ketombe atau banyak kutu?" tanya Chris heran. "Ah, Tuan bisa saja. Mana mungkin saya punya banyak ketombe dan kutu. Rambut saya ini sehat, jadi itu tidak mungkin," bantah Dinar, terseny

