POV Author
Even yang di adakan BEM Universitas dengan mahasiswa seni budaya akan berlangsung dua minggu lagi, panitia semakin sering mengadakan pertemuan untuk mencatat kemajuan apa saja yang diperoleh, otomatis intensitas pertemuan Adrian dan Gladysse pun menjadi semakin sering, Adrian dan tim bertugas menghubungi band ibukota sebagai pengisi acara sedangkan Gladysse dan rekannya bertugas mengurus band-band kampus yang akan pentas.
"Adrian, bisa kita ke dalem ruangan sebentar ga? Ada yang pengen Gue diskusiin" ajak Gladysse meminta Adrian ke dalam ruangan BEM.
"Kenapa Dyss?" Adrian masuk ke dalam ruangan dan menarik kursi ke meja rapat. "Gimana?" Adrian menopangkan dagunya dengan tangan yang dikepal.
"Jadi gini, berhubung ini bukan pertama kali kampus kita ngadain acara ini tapi ini yang pertama buat Gue" Gladysse menarik kursinya agar lebih rapat dengan Adrian. Adrian tidak berpikir macam-macam ia tetap fokus pada coret-coretan di kertasnya. "Sudah ada sepuluh band pengisi acara dengan genre yang beda-beda" Gladysse menjeda sebentar ucapannya dan menatap intens ke mata Adrian.
"Terus? " Adrian sadar sedang di perhatikan ia menatap balik mata coklat milik Gladysse. Bukan salah tingkah Gladysse malah menantang balik dan menyentuh lengan Adrian dengan berani.
"Sorry" Adrian menarik lengannya. Agresif, cewek kaya gini gampang didapetin, batinnya. Tanpa Adrian sadar justru dia yang sedang dijebak Gladysse. Gladysse hanya tersenyum mendapat penolakan Adrian, 'Lihat saja Adrian, sebentar lagi Kamu masuk perangkap Gue'
"Ya menurutku tiap band cukup menyumbang masing-masing 2 sampai 3 lagu saja, dengan durasi mereka tampil 20menit, kalau ada 10 band otomatis waktu tampil seluruhnya 200 menit atau kurang lebih 3 jam, acara di mulai dari kam 09.00 berarti mereka kelar sekitar jam 12an, nah setelah istirahat barulah band bintang tamu mengisi acara inti, gimana menurut Kamu?"
"kayanya kepanjangan waktunya, cukup dua lagu buat band pengiring tapi selain band pengiring Gue rasa host acara harus memiliki energi yang kuat untuk menarik pengunjung, sayang donk Kita udah bikin even besar tapi yang nonton cuma sedikit"
"Setuju banget dan Gue udah punya kandidat buat MC di acara besok" ucap Gladysse.
"Siapa? Bukannya Kita mau make seleb kampus si Rizal dan Anya kan? "
"Iya, mereka bisa sih jadi MC, tapi mungkin kita bisa datengin Host luar"
"Kalo menurut Gue sih ga perlu, kita harus meminimalisir budget supaya bisa ngundang artis ibukota kan?" Usulan Gladysse lagi-lagi ditolak Adrian. Tiba-tiba lengan Gladysse menyenggol gelas minum yang berisi teh dan mengotori kemeja Adrian. Gladysse tidak kehabisan ide agar lebih dekat dengan Adrian, Ia sengaja menyenggol gelas teh manis yang ada di atas meja sehingga mengotori kemeja Adrian.
"Oopss, sory sory Yan, Gue ga sengaja" kesalahan yang sebenernya disengaja oleh Gladysse, Ia mengelap kemeja Adrian dengan sapu tangan miliknya lalu meraih tangan Adrian yang ketumpahan teh juga dan mengelap dengan sapu tangannya "Duh, maaf yaa!"
"Gapapa, Gue bisa sendiri" Adrian menarik lengannya hendak mengambil tissue dan membuka kemejanya. Bersamaan dengan itu datang Ayesha yang memang sengaja mampir ke BEM membawa cemilan buat Adrian. Ketika Ayesha datang tangan Gladysse yang masih memegang lengan Adrian malah sengaja tetap di pegang, tidak di lepas sengaja ingin memanasi Ayesha.
"Ehhmmm... "
"Ayesha! " panggil Adrian, Gladysse tersenyum smirk. "Oh, Hai Sha, Kita lagi diskusi tadi!"
"Kenapa baju Kamu basah? " Ayesha bertanya datar.
"Sory ya Sha, Gue ga sengaja tumpahin teh ke kemeja Adrian" Gladysse buka suara, Ayesha hanya melirik sekilas ke sumber suara.
"Aku daritadi Washap Kamu ga di balas, jadi Aku mampir sini sekalian" Ayesha mengabaikan Gladysse, Ia mengeluarkan tissue basah di dalam tasnya, dan membasuh lengan Adrian. "Harus di bilas pake air, supaya badan Kamu ga lengket"
Merasa tak dihiraukan Gladysse mengambil tasnya dan pergi dari ruangan, "Gue cabut dulu ya Yan" Ayesha berdiri menghampiri Gladysse.
"Dibawa, ga ada yang nyuci!" Ayesha meletakan sapu tangan milik Gladysse di tangannya. Gladysse menerima sapu tangannya dan meninggalkan mereka berdua tanpa berkata apapun.
"Jutek amat Non!" Adrian menjawil hidung Ayesha.
"Ga perlu ramah tamah juga kan sama orang yang jelas-jelas ngedeketin Kamu"
"Jadi ceritanya Kamu cemburu nih? Tadi tu beneran Kita lagi bahas masalah festival band, eh ga sengaja dia numpahin tehnya jadi kena ke Aku deh" Adrian menggenggam tangan Ayesha, kalau sudah ngambek bisa berabe, ngambeknya Ayesha itu bukan cerewet tapi GTM alias Gerakan Tutup Mulut macam anak bayi yang ga mau makan bisa bikin uring-uringan orangtua, eh tapi kan Adrian bukan orangtua, hihi.
"Siapa juga yang ga percaya, cuma Kamu tuh harus peka mana yang 'modus' mana yang tulus, udah sana Kamu ke kamar mandi dulu, pake jas almamater Kamu, masa iya Kamu mau telanj**g d**a, lagian nih ruangan sepi banget pada kemana sih yang lain "
"Iya Sayang, yang lain lagi pada keluar, udah ya jangan ngambek lagi, makin cakep deh, cup" sebuah kecupan kecil mendarat di pipi Ayesha membuat pipi pemiliknya bersemu merah.
"Ishhh, sana cepetan ke kamar mandi, m***m aja!"
"Tapi sayang kan!" ucap Adrian sambil berlalu. Ayesha mencebik mendengar tingkat kenarsisan kekasihnya, emang sayang sih, eh.
Adrian kembali ke ruangan setelah mengganti kemejanya dengan kaos anggota BEM yang memang sengaja selalu dia simpan di lemari kerja, di padukan dengan jas almamater menambah level ketampanannya.
"Kayanya cewek itu intens banget deketin Kamu"
"Gladysse?"
"Siapa lagi? Emang ada yang lain? "
"Ya banyaklah, kan Kamu tau pacar Kamu ini incaran para kaum hawa di kampus"
"Ya ampun Yank, narsis banget sih Kamu, trus Kamu bangga gitu?"
"Hehe, yang penting pacar Aku ini yang paling istimewa di hati Aku" Adrian menirukan gaya cherrybelle meletakan kedua tangannya di dagu. Ayesha tergelak melihat tingkah Adrian. "Gitu donk ketawa, jangan ngambek mulu ah, nanti cantiknya hilang" Ayesha meletakan kepalanya di bahu Adrian, tempat ternyaman untuknya saat ini.
Ruang BEM semakin ramai karena satu persatu anggotanya sudah datang, ada yang baru selesai kelas ada juga yang memang sedang bertugas menyiapkan acara.
"Pacaran terosss!!!" Aldi si ketua panitia Festival Band melempar tasnya ke meja rapat dan menyeruput Vanilla Late milik Ayesha yang ditaruh di meja. Adrian melempar kulit kacang ke arah Aldi. "Seruput terosss!!!" balasnya, yang di ledek hanya cengar-cengir.
"Yance, Barusan Gue ketemu Gladysse di depan, katanya abis dari sini?" Aldi memang memanggil Adrian dengan sebutan Yance, panggilan mesra katanya, hiyyy.
"Iya, abis diskusi sebentar tadi, nih ngambek sama Gladysse" Ayesha mengerucutkan bibirnya.
"Ya iyalah, Gladysse nya udah kaya ulat nangka, kecentilan sama Kamu"
"Tenang aja Neng Yesha, kalo Yance macam-macam, ada Kang Aldi yang siap siaga gantiin posisi Yance" Aldi menaik turunkan alisnya. Ayesha cukup akrab dengan anggota BEM lainnya karena sering main ke situ, pembawaan Ayesha yang ramah dan tidak neko-neko membuatnya diterima dimanapun.
"Iya gantiin posisi Gue buat Gladysse" Adrian menoyor kepala Aldi.
"Lo be*o amat sih Yance jadi cowo, Gladysse itu emang suka sama Lo, Gue udah liat dari awal pembentukan panitia" Sandra ikut nimbrung di meja rapat dan memojokan Adrian.
"Wahhh, apa-apaan ini ko main keroyokan, seneng ya Yank banyak yang belain" diusapnya ubun-ubun Ayesha. Ayesha menjulurkan lidahnya ke Adrian. 'Rasain' bisiknya pelan. Adrian kadang tidak peka dengan masalah seperti ini, tapi nyatanya memang dia tidak ada modus pada cewek-cewek, hanya saja cewek-cewek itu yang modus pada Adrian.
Ayesha menunggu di luar ruangan, karena sekarang mereka sedang membahas acara BEM lainnya, Ia duduk-duduk di teras BEM sambil memainkan handphonenya. Tiba-tiba bahunya di tepuk seseorang.
"Ngapain senyum-senyum?" Pria di belakang mengintip layar handphone milik Ayesha. Ayesha menoleh.
"Attar kepo!" di tutupnya layar handphone miliknya, Attar ikut duduk di samping Ayesha.
"Ngapain di sini?" Ayesha bertanya balik.
"Ayesh Kepoooo! " tak mau kalah Attar membalas Ayesha. Plakkk, sebuah tamparan mendarat di bahu Attar. Ia mengelus-ngelus bahunya. "Lagi nunggu Ferdi, tuh!" Attar menyugar rambut gondrongnya, beberapa mahasiswi memperhatikan Attar berusaha menarik perhatiannya.
"Hai Attar! " sapa mahasiswi yang lewat dengan centil.
"Haiii Dewi! " Balas Attar ramah.
"Hai Attar!" Ayesha menirukan gaya Dewi waktu menyapa Attar.
"Hahaha, ga cocok kamu Sha gaya centil gitu" mereka tertawa bersama. Sampai ada deheman suara dari belakang mereka.
"Ehmmm, Ayo Yesh, Kita balik!" pemilik suara seksi itu merangkul bahu Ayesha menandakan kepemilikannya. "Tar, Gue duluan ya! " pamit Ayesha sambil melambaikan tangannya. Sementara Adrian hanya mengisyaratkan dengan mata.
"Okeee, hati-hati Sha!" Attar balas melambaikan tangannya.
Sementara dari jauh seseorang memperhatikan mereka sedang menyusun rencana-rencana selanjutnya.
"Attar-Adrian, bagus juga Kalo di temuin, sepertinya mereka berdua memiliki satu kesamaan, sama-sama menyukai Ayesha" Gladysse menaikan satu sudut bibirnya. "Kita jalankan rencana selanjutnya" Gladysse memakai kacamatanya dan masuk ke dalam mobil seseorang yang telah menjemputnya.