Setelah para tamu dan kerabat berpamitan dan rumah kembali tenang, Alvian dan Zulfa menggandeng Kenan kecil menuju kamarnya yang baru. Ketika pintu kamar dibuka, mata Kenan berbinar. > “Waaah... kamarnya besar banget!” seru Kenan penuh antusias. “Itu semua buat kamu, Nak.” ucap Zulfa lembut sambil mengelus rambut anak tirinya yang sudah ia anggap anak sendiri. Kenan langsung berlarian di dalam kamar, melihat rak mainan, tempat tidur empuknya, dan jendela besar dengan tirai motif bintang. Zulfa mengambil buku cerita dan duduk di pinggir tempat tidur, memanggil Kenan untuk bersiap tidur. Zulfa yang telah berganti pakaian—gamis panjang berwarna biru langit dan kerudung santun menutup rambutnya—mulai membacakan dongeng dengan suara lembut. Kenan memeluk guling, dan tak butuh waktu lama,

