Bab 65

1444 Words

Ketukan di pintu ruang kerja dokter Alvian membuat suasana yang semula memanas berubah drastis. Dengan cepat Alvian bangkit dan mengenakan kembali kemejanya yang sempat terbuka. Nafasnya masih tak teratur, pikirannya sedikit kalut. Sementara itu, Zulfa bergegas mengambil kemeja dan pakaian dalamnya, lalu berlari kecil ke kamar mandi dengan pipi yang memerah. Sesampainya di dalam, Zulfa menatap dirinya di cermin, lalu tersenyum malu sembari menepuk pelan keningnya sendiri. > “Hampir saja aku kehilangan kendali... Hampir saja...” batinnya lirih. Ada rasa hangat, tapi juga lega, karena akal sehatnya masih menuntun. Di luar, Alvian sudah merapikan dirinya, berdiri di depan pintu dan menarik napas dalam sebelum membuka. “Assalamualaikum,” suara berat yang familiar menyapa dari balik pint

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD