Bab 64

1616 Words

Siang itu di kantin Rumah Sakit Pondok Indah… Zulfa dan Fathur duduk berdua menikmati makan siang. Tawa kecil terdengar dari Zulfa saat Fathur menceritakan sesuatu, dan tangan Fathur sesekali menyentuh tangan Zulfa di atas meja. Di seberang ruangan, Dokter Alvian berdiri mematung. Tangannya mengepal. Napasnya mulai berat. Matanya menatap keduanya dengan amarah yang sulit dibendung. Bukan karena cemburu semata… tapi karena ia tahu siapa sebenarnya Fathur—penipu berhati busuk yang ingin menghancurkan Zulfa. Langkah Alvian cepat. Tegas. Penuh bara. Tanpa aba-aba, ia menarik kerah baju Fathur dengan kasar. BRAKK! Satu pukulan keras mendarat di wajah Fathur, membuat pria itu terjatuh tersungkur ke lantai. “Alvian! Astaghfirullah!” Zulfa berdiri kaget. “APA YANG KAMU LAKUKAN?!” Oran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD