Bab 78

1591 Words

Sore itu langit Jakarta menggelap cepat. Awan hitam menggantung rendah, dan hanya dalam hitungan menit, hujan turun deras membasahi jalanan. Najwa yang baru saja keluar dari jalan besar menuju arah kostnya mendadak merasa motornya tersendat. “Eh… jangan sekarang dong,” gumam Najwa cemas, berusaha menyalakan ulang motornya. Namun mesin tetap diam. Beberapa kendaraan melintas, sebagian mengebut, membuat air genangan menciprat ke arah Najwa yang kini basah kuyup. Dengan napas yang mulai berat, Najwa turun dari motor dan mulai menuntunnya di tengah guyuran hujan. Langkahnya berat, jaketnya mulai lembap dan dingin, wajahnya penuh air hujan. Namun ia tetap menunduk dan berjalan. Hanya tinggal beberapa ratus meter lagi menuju kostan. Tiba-tiba dari arah belakang, sebuah mobil SUV hitam berhen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD