Setelah beberapa hari di rumah sakit, akhirnya dokter menyatakan Kenanga cukup kuat untuk pulang dan melanjutkan pemulihan di rumah. Suasana hangat langsung menyelimuti ruang perawatan pagi itu. Revan, seperti biasanya, ada di sampingnya—membantu mempersiapkan segala keperluan Kenanga. Ia sendiri yang mendorong kursi roda Kenanga menuju mobil, dan tak melepaskan tangannya sedetik pun. Sesampainya di rumah, Kenanga memeluk anaknya erat, menahan air mata. Hari itu… adalah hari yang tak akan pernah Kenanga lupakan. Revan benar-benar tidak ke kantor, bahkan menonaktifkan sementara semua notifikasi ponselnya. Semua urusan bisnis ia serahkan pada Akmal dan tim kepercayaannya. Baginya, saat ini hanya ada satu fokus: istrinya. Revan sendiri yang membuatkan sarapan ringan untuk Kenanga. Ia me

