Bab 55

1650 Words

Keesokan paginya, udara pagi di halaman rumah sakit masih sejuk ketika Zulfa berpamitan kepada Nenek Lastri. Perempuan tua itu menatap cucunya dengan penuh kasih, lalu memeluknya erat. "Hati-hati di jalan, Nak... Jangan lupa sarapan, ya," pesan Nenek Lastri sambil membelai pipi Zulfa dengan lembut. Zulfa tersenyum, memeluk neneknya lebih erat. "Iya, Nek... doain Zulfa, ya." Setelah berpamitan, Zulfa melangkah keluar dari ruang rawat dengan semangat yang baru. Meski hari ini ia akan bekerja di swalayan yang sederhana di dalam sebuah mall, ia merasa hidupnya mulai terarah kembali. Masa lalu yang kelam mulai ia tinggalkan perlahan. Namun, langkahnya terhenti saat tiba di parkiran. Dokter Alvian berdiri di sana, bersandar santai di samping mobilnya, mengenakan kemeja putih dan celana baha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD