Bab 46

1370 Words

Waktu berlalu begitu cepat. Kehamilan Kenanga kini telah memasuki bulan ketujuh. Perutnya yang membuncit terlihat anggun dibalut gamis lembut warna salem dengan kerudung senada. Wajahnya tampak berseri, pancaran wanita yang tengah menanti buah hati dengan penuh cinta. Hari itu, Revan dan Kenanga menghadiri resepsi pernikahan Ustaz Aqil, putra dari keluarga dekat orang tua Revan, yang menikahi Hafsah—mantan mahasiswi bimbingannya di Fakultas Syariah. Pesta sederhana namun khidmat digelar di halaman pesantren di Bogor, dengan hiasan serba putih dan nuansa islami yang menenangkan hati. Di teras utama pondok, Revan duduk santai memeluk Alfarez yang duduk manja di pangkuannya. Anak mereka itu kini semakin aktif dan banyak bicara, tapi hari itu ia anteng, sibuk memainkan kancing baju Papa-nya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD