Bab 68

1639 Words

Pagi yang begitu intim dan manis masih berlanjut. Zulfa dan Alvian telah berganti pakaian rapi—Zulfa mengenakan daster panjang berwarna lembut dengan jilbab santun, sementara Alvian tampil dengan kemeja santai dan celana kain, kesan sebagai suami yang bahagia sangat terpancar dari raut wajahnya. Zulfa berjalan pelan, sedikit meringis saat melangkah karena rasa nyeri yang masih terasa di bagian intimnya. Alvian yang menyadari itu segera menggenggam tangan istrinya dengan penuh perhatian. > “Pelan-pelan sayang... Mas bantu ya,” ucap Alvian sembari menuntun Zulfa. Zulfa tersenyum manja, lalu memeluk lengan suaminya dan menyandarkan kepala sebentar di bahu Alvian saat mereka melangkah ke ruang makan. Meja makan sudah rapi, hanya tersisa dua porsi sarapan. > “Kenan sama Papa ke mana,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD