Zulfa jatuh tersungkur, tubuhnya ambruk ke lantai dingin dengan darah mengalir deras dari perutnya. Matanya membelalak, mulutnya mengerang tertahan. Fathur, dengan pistol masih tergenggam di tangannya, gemetar dan tak mampu berkata-kata. Wajahnya pucat. Dia sendiri tak menyangka peluru itu benar-benar bersarang di tubuh wanita yang dulu ia cintai. "ZULFA!!" suara Alvian menggema keras di lorong. Pintu didobrak, Dokter Rizal dan Alvian menerobos masuk bersama beberapa orang bersenjata. Anak buah dokter Rizal langsung menyergap Fathur yang kehilangan kendali atas dirinya. Namun Khenzo berhasil kabur lewat jendela belakang. Alvian berlari, berlutut di samping tubuh Zulfa yang sudah lemas dan penuh darah. "Tidaaak... Zulfa! Bangun! Zulfa, jangan tinggalin aku!" teriaknya histeris. Darah me

