Revan melangkah ke kamar mandi, membersihkan diri dan berganti pakaian kerjanya. Sementara itu, Kenanga masih berbaring di kasur, selimut menutupi tubuh polosnya. "Sayang, istirahatlah," ucap Revan, mengecup kening dan bibir Kenanga lembut. "Iya, Mas," jawab Kenanga lirih. "Mas balik kerja ya," kata Revan. Kenanga mengangguk. Revan pun kembali ke meja kerjanya. Tak lama, asistennya datang. "Pak Akmal, kalau klien sudah datang," ujarnya. Revan kemudian berbincang dengan kliennya, Pak Harjo, di sofa ruang kerjanya. Saat Pak Harjo hendak ke toilet, Revan mempersilakan. Namun, ia lupa kalau Kenanga sedang tidur di kamar kerjanya. Begitu teringat, Revan langsung panik. Dengan suara gemetar, ia berkata, "Maaf, Pak Harjo, toilet di ruang kerja saya rusak. Lebih baik di ruang asisten saya."

