Bab 21

1447 Words

Senja menyelimuti rumah Revan dan Kenanga. Setelah menyuapi Alfarez yang mulai belajar menyusu dari botol, Kenanga meletakkan anaknya di box bayi. Sementara Revan duduk santai di sofa ruang tengah sambil memainkan ponselnya. Tiba-tiba, suara dering telepon dari ponsel Kenanga memecah suasana tenang itu. Revan melirik sekilas. “Sayang… itu telepon dari siapa?” tanyanya tanpa curiga, namun tetap penuh perhatian. Kenanga yang melihat nama di layar ponsel langsung menegang sejenak. Suara Revan kembali menyentaknya. “Hmm… dari teman, Mas,” jawab Kenanga agak gugup. Revan mengernyit kecil, memperhatikan gelagat istrinya yang tidak seperti biasanya. “Siapa?” “Raisa,” jawab Kenanga cepat, menghindari kontak mata. “Owh…” Revan mengangguk pelan. “Ada apa dia telepon?” “Raisa ngajak ketemu be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD