Bab 26

1640 Words

Mentari pagi menyusup dari balik tirai kamar, hangat dan lembut seperti pelukan pertama di awal hari. Kenanga membuka matanya perlahan, menatap wajah Revan yang masih tertidur di sampingnya. Ada ketenangan di sana, seolah badai kemarin hanya mimpi buruk yang telah berlalu. Dengan hati-hati, Kenanga bangkit dari ranjang. Ia melangkah pelan menuju dapur, membuat secangkir kopi dan menyiapkan roti panggang dengan selai stroberi kesukaan Revan. Di meja makan, ia menyelipkan selembar kertas kecil bertuliskan: > "Semangat bertemu Mr. Smith, cinta. Bawalah hatiku bersamamu ke Australia. –Kenanga" Setelah itu, ia kembali ke kamar. Revan mulai menggeliat pelan. Melihat Kenanga duduk di tepi ranjang sambil menyisir rambutnya, Revan tersenyum tipis. “Sudah bangun, sayang?” tanya Kenanga, menol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD