"Atau jangan-jangan, baju yang kamu pakai ini baju tiruan? Ah, aku tahu..., ini mungkin bisa di bilang seperti baju KW, ya kan? Ah, udah lah..., kamu itu tidak pantas berada di sini. Kamu lebih baik belanja di toko pinggir jalan itu, yang serba 45 ribu. Aku yakin, suami kamu tak sanggup membayar belanjaan kamu di sini." ujarnya dengan sombongnya. Diandra hanya diam, ia sungguh enggan meladeni setiap ucapan yang bisa saja membuatnya hilang kendali. Dan meskipun ia merasa ingin sekali menghajar wanita yang ada di hadapannya, ia berusaha menahan diri. "Atau, ini barang palsu pemberian mertuamu? Kalau memang iya—" Lumina tampak menjeda ucapannya sejenak, lalu ia tampak menyeringai sembari menatap ke arah Diandra. Diandra mulai mengernyitkan dahinya saat melihat ekspresi wajah adiknya. Bila

