"Kak, jangan begitu." tegur Diandra saat Victor menatap sinis ke arah seseorang yang baru saja datang. Victor menghela nafas panjang, ia sebenarnya sangat kesal, tapi ia begitu lemah pada istrinya. "Oke, baiklah..., aku minta maaf. Sekarang mari kita temui beliau. Mungkin ada hal penting yang ingin beliau ucapkan." balas Victor. Diandra menggeleng pelan sembari menatap suaminya, terkadang suaminya memang begitu, dan mungkin ia harus lebih sabar menghadapi suaminya. Diandra akhirnya menuju ke depan pintu rumah yang kini ia huni, Victor tampak masuk terlebih dahulu ke rumah karena ia hendak menaruh ember terlebih dahulu. Namun, tak berapa lama, ia tampak keluar lagi dan merangkul istrinya menuju ke halaman depan. "Mah, ada apa mamah pagi-pagi datang kesini?" tanya Diandra sembari men

