29. Jalan-jalan

1058 Words

Mungkin karena Vicha yang biasanya banyak bicara dan tiba-tiba menjadi diam, sehingga Sadam langsung menyadari bahwa ada sesuatu dengan Vicha. Apalagi setelah Sadam bertanya beberapa kali tentang hal remeh dan tidak penting, Vicha hanya menjawabnya dengan jawaban singkat tanpa minat. Sampai akhirnya, ketika pukul empat sore, Sadam yang sejak tadi duduk diam di atas kasur dengah laptop menyala dan kacamata yang bertengger di hidungnya itu, mulai turun dari kasur dan menutup laptop miliknya. "Ayo!" Ajaknya pada Vicha yang sedang duduk diam menonton televisi di depannya. Vicha menaikan sebelah alisnya dengan bingung, "Mau kemana?" "Jalan-jalan lah! Kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu mau jalan-jalan begitu kita sampai di Sydney?" "Terus, gimana sama kerjaan Mas? Bukannya Mas masi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD