Dari awal masuk saja, Vicha sudah merasa perbedaan dan tekanan dari betapa luasnya rumah yang dia pijak kini. Apalagi ketika mereka akhirnya dihelat ke arah ruang tamu dengan meja yang panjang dan lebar, yang terbuat dari kayu jati yang kokoh dengan ukiran unik di kaki meja. Anvicha membeku, bahkan dirinya yakin Sadam bisa merasakan tangannya yang berkeringat dalam genggaman. Di meja itu, ada seorang lelaki paruh baya yang duduk di satu kursi yang berada paling tengah, lalu seorang wanita paruh baya cantik yang duduk di samping kirinya. Di sebelah wanita itu, ada seorang lelaki yang rambutnya agak panjang sampai leher, berdampingan dengan seorang wanita dengan kontur wajah yang tegas tanpa senyum. Lalu di seberang kanan, ada seorang lelaki yang tampaknya lebih muda dari Sadam, berdamping

