Setibanya di depan rumah, Max turun untuk membukakan pagar lebih dulu lalu setelah itu mobil keduanya pun masuk ke dalam, memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya. Saat keluar dari mobil, mereka melebarkan matanya ketika mendapati teras rumah yang penuh dengan sampah daun-daun kering, plastik makanan maupun kertas. “Astaga, kenapa bisa kotor begini?” “Aku ngga tahu Mas. Tapi, aku ninggalin rumah dengan keadaan bersih kok Mas. Kamu percaya sama aku 'kan?” Max tidak menjawab, ia sibuk memperhatikan sampah-sampah yang berserakan di terasnya. Ia sontak berlutut mengambil secarik kertas yang terdapat tulisan dari tinta hitam. Ia kembali berdiri, memperlihatkan kertas yang bertuliskan. ‘Selamat kembali ke rumah b*jingan!’ “Mas,” ucap Nana pelan, jantungnya sontak berdegup dengan kencang.

