Tolong tutup hatimu untuk sementara. Ada kalanya hati juga butuh istirahat. ____________ Pagi ini seolah rumah menjadi lebih sedikit oksigen. Aku hampir sulit bernapas karena tatapan Umi dan juga kak Zizah. Apa mereka mau membahas masalah pernikahan? Apa yang membuat mereka tiba-tiba membicarakan topik seperti itu padaku. Semalam Umi, apa sekarang saatnya aku menghadapi dua wanita yang paling berharga untukku? "Sya, apa yang kemarin Umi katakan. Itu--" "Sudahlah kak, nanti jika waktunya. Aku akan menikah, jadi baik kakak atau Umi tidak usah khawatir. Ada saatnya Syasya akan mencari pendamping hidup buat Syasya. Bukan untuk sekarang, jadi Syasya mohon jangan bahas ini lagi dihadapan Syasya." pintaku. Berharap mereka akan memahaminya. Satu hembusan napas panjang berhasil aku loloskan,

