"Sesungguhnya aku mengkhawatirkan hak dua orang yang lemah atas kalian: anak yatim dan wanita." HR. Ibnu Majah __________ "Gimana keadaan kamu?" Netra mataku melirik sedikit kearah pria yang tengah duduk, berjarak dua meter dari ku. Padahal biasanya saja, jarak duduk kami hanya satu meter untuk saling berhadap-hadapan, tentunya dibatasi oleh meja. "Keadaan apanya dok?" "Pipi sama hidung kamu. Udah gak keluar darah lagi kan hidungnya?" Ya, waktu itu hidung ku sempat mengeluarkan darah, akibat pukulan dokter Daffa. "Alhamdulillah udah enggak, soalnya semalem udah dikompres sama Umi. Kalau pipi sih masih agak cenat-cenut, kalau dibuat menganga sih gak bisa dok." jawabku. "Ya lagian ngapain kamu pake acara menganga segala." Mendengarnya aku hanya bisa tersenyum kecil, bodohnya aku.

