Bara menggelengkan kepalanya, sampai saat ini dia masih tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Luna. Bahkan, dari dulu saja, Bara tak sekalipun berniat untuk meniduri Luna dan mengapa dengan mudahnya, wanita ini mengatakan bahwa anak yang berada dalam perutnya adalah anak nya sendiri? "Kau gila? Aku jelas tahu bahwa kita memang tak perna saling berhubungan," ucap Bara, dengan rasa kesal yang menggenang di dalam dirinya, dia langsung melepaskan genggaman tangan Luna dan hendak pergi dari sana. Namun, saat dia mendengar suara tangis Luna, langkah kakinya terpaksa berhenti. Dia menghembuskan napasnya dengan kasar. Mengapa rasanya begitu sulit sekali meninggalkan Lun? Hati kecilnya selalu berontak dan ingin sekali memeluk Luna. Namun, semua rasa itu harus ditahannya. Tentu dia tak

