9. Permen Kapas

1002 Words

Bara sedang sangat marah saat ini dan Dasha tak ingin mengambil risiko dengan semakin memanasi hati Bara. Dia lebih memilih untuk diam saat ini, melihat jalanan yang tampak lenggang di depan sana. Dasha memegang dengan kuat jok mobil. Dia merasa takut sekali saat ini, Bara mengendarai mobilnya dengan laju yang sangat tinggi sekali. Bagaimana jika mobil ini mengalami kecelakaan? Tentu saja Dasha tak ingin hal tersebut terjadi. Dasha melirik sejenak ke arah Bara. Tangan pria itu memegang dengan sangat erat pada kemudi mobil tersebut, hingga membuat kulitnya menjadi merah. Mobil berhenti tepat di depan gedung perusahaan milik Bara. Terlebih dahulu, Bara keluar dari mobil itu dengan membanting pintu mobilnya, membuat Dasha terkejut. Dasha mengelus pelan dadanya. 'Mengapa di sini aku ju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD