8. Kepergok

2016 Words

Dasha meneguk ludahnya dengan kasar. Dia harus apa? Ingin ke dapur tetapi tak ingin bertemu dengan Bara. Pria itu berada dalam emosi yang tinggi dan tentu saja, tak akan bisa diganggu. Tentu saja Dasha tak ingin menjadi pelampiasan dari pria itu. Lebih baik dia tak minum kopi saja. Dasha memilih untuk membalikkan tubuhnya. Dia mulai melangkah, menaiki tangga lagi dan berusaha untuk menghindari Bara saat ini. "Dasha!" Langkah kaki Dasha langsung berhenti kala pria itu memanggilnya saat ini, tubuhnya menegang. Apa yang harus dia lakukan saat ini? "Mengapa kau keluar malam-malam seperti ini?" Dengan terpaksa, Dasha membalikkan tubuhnya. Dia melihat Bara yang tengah bertelanjang d**a saat ini, menatapnya dengan dalam, seolah ada suatu hal yang ingin pria itu bicarakan padanya. "Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD