Yudhistira Saleem Pagi ini, kami berkumpul di ruang makan, seperti biasa. Tapi aku belum melihat Bella turun untuk ikut sarapan. “Mencari Bella, Yud ?”, Bunda seakan mengerti kegelisahanku. Aku mengangguk. Kulihat Ayah tersenyum kecil. Apakah ada yang salah ? “Bunda tadi ke kamarnya. Katanya belum lapar, jadi Bunda menyuruh Dewi untuk mengambilkan sarapan untuknya”, kata Bunda demikian tenang. “Kalau gelisah, lihatlah dulu sebelum berangkat bekerja”, Ayah menimpali. Aku hanya mengangguk. “Ayah dengar sabotase benar-benar terjadi ?”, Ayah bertanya. “Ya”, aku mengangguk. “Bagaimana bisa terjadi ?” “Mereka menggunakan cara licik, Yah. Biasa...suap menyuap” “Perusahaan mana yang akhirnya mendapatkan tendernya ?” Aku menatap Ayah ragu. Apakah aku harus mengatakannya atau tidak.

