Evelyn dengan santai memasuki markas besar kepolisian yang berada di tengah-tengah Kota Chicago.
“Apa kamu mendapatkan masalah, Eve?” tanya Caleb ketika Evelyn menghampirinya.
“Masalah yang tidak berarti sebenarnya,” jawab Evelyn malas. Ia melanjutkan, “Aku membutuhkan data Sevblong, ada sesuatu yang perlu kuketahui dari mereka.”
“Bukankah kamu sudah membaca data-data itu saat menangkap mereka? Kenapa kamu membutuhkannya lagi?” Caleb bertanya lagi, penasaran. Namun, ia tetap mencarikan data yang dibutuhkan Evelyn. Sedetik kemudian, ia pun menemukan data tersebut
“Ini. Untunglah data dan rekaman interogasinya belum dibawa keruangan penyimpanan. Jika tidak, akan lebih sulit mencarinya” Caleb memberikan satu boks data-data Sevblong kepada Evelyn yang langsung diterima oleh Evelyn. Evelyn menggumamkan terima kasih dan membawa kotak itu ke ruangannya.
Setelah sampai di ruangannya, Evelyn membaca berkas-berkas tersebut dengan teliti dan berulang kali. Dia ingin mengetahui siapa dalang yang menyerangnya semalam, itu pasti ada sangkut-pautnya dengan Sevblong.
Cukup lama Evelyn berkutat dengan berkas tersebut, tetapi sama sekali tidak membuahkan hasil. Kemudian ia mendengarkan rekaman interogasi Sevblong dan para anggotanya.
“Sevblong ... Aku penasaran apakah dia ketuanya, ataukah ada orang lain di balik semua ini?” ujar Evelyn bertanya-tanya. Dia sibuk menerka-nerka dengan pikirannya, tetapi matanya langsung berbinar ketika mendengar kata ambigu yang diucapkan oleh ketua Sevblong dalam rekaman tersebut. ‘Itu adalah sebuah kode, hanya mafia yang tahu tentang kode-kode tersebut.’
Evelyn langsung merapikan berkas-berkas itu kemudian meraih jaketnya dan keluar dari ruangannya.
“Whoa! Mau ke mana kau? Kenapa buru-buru sekali pergi?” tanya Rosaria ketika melihat Evelyn hendak keluar dari markas.
Evelyn tersenyum tipis dan merapatkan jaket polisinya. “Ada sesuatu yang ingin kuurus. Sampai jumpa.”
***
Evelyn saat ini berada di depan markas besar yang sudah tidak lagi berpenghuni dan dibatasi oleh garis polisi. Markas itu sebelumnya adalah markas milik Sevblong.
Evelyn memperhatikan tempat itu sebentar kemudian memasukinya. Ia ingin langsung memasuki ruangan ketua Sevblong dan memeriksa sesuatu di dalamnya.
Saat ia masuk, ruangan itu masih terdapat barang-barang milik ketua Sevblong. Terdapat rak buku besar beserta buku-bukunya di sudut ruangan, kulkas mini dan koleksi liquor yang sebagian sudah pecah. Namun, Evelyn tidak tertarik dengan semua itu karena ia datang dengan tujuan yang berbeda.
Evelyn berjalan mendekati dinding ruangan tersebut kemudian mengetuk beberapa kali dinding itu. Namun, hasilnya tidak seperti yang diinginkan oleh Evelyn.
“Apakah disini?” gumam Evelyn. Ia menjatuhkan semua buku yang ada pada rak tersebut, tetapi juga tidak menemukan apa pun.
Sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri, tanpa sengaja Evelyn menundukkan pandangannya ke bawah. Evelyn berjongkok dan membawa telinganya mendekati permukaan lantai. Dan di sana, ia mengetuk beberapa kali.
“Yes. I found it.”
Evelyn langsung menyingkirkan barang-barang di atas lantai itu dan menemukan sebuah pengait yang terletak tak jauh dari meja kerja ketua Sevblong. Kemudian ia menarik pengait kecil itu dan terbukalah sebuah ruangan dengan tangga menuju lantai bawah tanah.
Benar saja dugaan Evelyn, pasti setiap markas-markas mafia mempunyai ruang rahasia.
Evelyn dengan perlahan melangkahkan kakinya menuruni tangga ruangan tersebut. Ruangan itu sangat berbeda dari ruangan di atasnya. Begitu banyak berkas-berkas dan lima buah monitor cctv.
Namun fokus utamanya bukanlah itu, Evelyn lebih tertarik pada brankas yang letaknya tersembunyi di ruang bawah tanah itu.
Dengan segala keterampilannya, Evelyn pun mencoba membobol brankas tersebut, tetapi hasilnya nihil. Brankas itu terkunci dengan kode- kode yang rumit. Namun, bukan Evelyn namanya jika tidak memiliki cara lain.
Evelyn menghubungkan brankas tersebut dengan ponselnya menggunakan kabel usb, dan mencoba meretas brankas itu. Tidak butuh waktu lama, brankas pun akhirnya terbuka.
“Mari kita lihat apa saja rahasia yang mereka simpan di dalam sini. Apakah kita akan menangkap mafia lagi atau menemui kebuntuan,” gumam Evelyn sambil mengeluarkan berkas-berkas beserta chip di dalam brankas.
Namun, ketika sedang sibuk memeriksa isi brankas, tiba-tiba seseorang datang menodongkan pistol ke arah Evelyn.
Evelyn menyadari kedatangan orang itu dan langsung mengalihkan pandangannya dari brankas.
“Siapa kau?"
“Serahkan berkas-berkas dan chip itu padaku, Woman!” titah pria itu, Hong Jun kepada Evelyn dengan suara dingin.
“Apakah kau juga seorang anggota kepolisian? Aku adalah polisi yang menangani kasus ini,” sahut Evelyn sambil mengangkat tanda pengenalnya.
Jun tidak ingin berbasa-basi lagi, sebuah senyuman sinis terbentuk di bibirnya sebelum menarik pelatuk pistolnya.
Ternyata benar yang dikatakan anak buahnya sebelumnya bahwa Evelyn bukanlah polisi biasa. Walaupun dia seorang wanita. Dengan sigap Evelyn menghindari timah panas itu dan berguling ke lantai dengan kilat.
Sekarang terjadilah baku hantam antara Jun dan Evelyn. Setiap gerakan menyerang dari Jun selalu bisa ditepis oleh Evelyn dengan mudah.
“Siapa kau sebenarnya!?” seru Jun di tengah-tengah pertempuran sengit itu.
“Apa kau tuli? Seorang polisi, b******n!” Evelyn tertawa sembari menghindari serangan dari Jun.
Karena tahu baku hantam itu tidak menemui titik akhir, Jun pun mengeluarkan pisau lipat dari jaketnya kemudian menusukkan pada perut Evelyn. Evelyn belum sempat menghindar sepenuhnya, alhasil pisau tersebut mengenai pinggangnya.
Ketika Jun mengarahkan pisaunya lagi kepada Evelyn, dengan cepat Evelyn menendang lutut Jun dan melayangkan bogeman keras dan kuat. Bogeman itu tepat mengenai bagian atas telinga Jun hingga berdarah.
Jun memekik kesakitan akan pukulan yang ia terima. Memanfaatkan kelengahan Jun, Evelyn langsung mengambil berkas- berkas dan chip tadi kemudian melarikan diri dari markas terkutuk itu.
***
Gabriel, Tyler, Eun-Ho, dan Hong Jun sedang berada di ruangan rapat dan menyaksikan tayangan cctv yang diputar oleh Jun.
Terlihat pada layar itu seorang polisi wanita yang dengan gesitnya menghindar dan membalas pukulan Jun.
“Dari pemahamanku, dia bukan sembarang polisi atau wanita. Karena baru sekali ini aku bertemu dengan polisi yang kekuatannya jauh di atas levelku,” ujar Jun setelah menghentikan tayangan tersebut.
“Ada yang aneh. Aku tidak bisa menemukan informasi apa pun tentangnya sebelum lima tahun yang lalu.” Sekarang giliran Tyler lah yang berbicara, sejak tadi dia sibuk mencari informasi tentang Evelyn di komputernya.
Gabriel melirik Tyler dan bertanya dingin, “Apakah ada alasan lain kenapa kau belum menemukan informasi tentang jalang kecil itu?”
Tyler menghela napas. “Aku juga tidak tahu. Semua informasi tentangnya sebelum lima tahun terakhir tidak bisa ditemukan. Apakah identitasnya ditutup oleh negara atau kepolisian?”
“Aku heran, siapa wanita ini sebenarnya.” Eun-Ho merentangkan kedua tangannya ke atas dan menerawang langit-langit ruangan dengan pandangan bertanya. Karena baru kali ini Tyler tidak dapat mengakses informasi seseorang dan menyerah begitu saja.
Ia mencoba memikirkan kemungkinan yang ada, tapi di saat yang sama Eun-Ho juga tidak terpikirkan apa pun.
“Asal kalian tahu. Jalang itu tidak benar-benar menyerangku, tetapi dia terus menghindari seranganku. Dia juga polisi pertama yang mengetahui ruangan rahasia markas seorang mafia secepat itu. Dengan mudahnya dia meretas brankas yang telah dibuat oleh tangan-tangan profesional kita,” timpal Jun kemudian mematikan laptop di depannya.
Gabriel tersenyum miring mendengar perkataan Hong Jun. Ia tidak pernah menyangka akan tiba saatnya ia bertemu dengan seorang wanita yang lebih mahir daripada b***k s*ks di ranjangnya.
Ia bergumam kepada dirinya sendiri, “Such an interesting woman.”
Kemudian, Gabriel bangkit dan menatap anak buahnya dengan tatapan authoritativenya yang menusuk. Sebuah perintah akhirnya keluar dari mulutnya. “Tangkap dia cepat atau lambat. Dia sudah membawa kabur chip berisi jadwal pertemuan organisasi!”
Gabriel melonggarkan kancing kemejanya dan menghembuskan napas panjang. Ia menambahkan, “Jadwal terdekat pertemuan organisasi itu adalah besok malam. Dia pasti akan datang ke tempat itu untuk menyelidiki mereka. Tangkap dia dan bawa dia ke sini hidup-hidup! Segera!”