4| Pelacak yang Tersembunyi

1397 Words
Hari ini tibalah jadwal pertemuan organisasi Ferox dan Blackwood yang dipimpin oleh Tyler. Eun-Ho dan Jun juga ikut andil dalam transaksi itu. Transaksi itu adalah perdagangan senjata dan obat-obatan ilegal dalam jumlah besar. Tempatnya jadi di markas besar yang letaknya di suatu desa terpencil di bagian timur Chicago. Ferox adalah organisasi dari Meksiko yang biasa membeli senjata dan hal lainnya kepada Blackwood. Dan tentunya transaksi itu itu sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Pihak Blackwood mendapatkan uang, sedangkan pihak Ferox mendapatkan senjata yang akan mereka jual lagi pada organisasi mafia yang ada di Meksiko. Pertemuan tersebut berlangsung sedikit lebih cepat dari biasanya. Biasanya butuh waktu setidaknya satu jam untuk transaksi dan pemindahan barang, tapi sekarang hanya butuh waktu 30 menit. “Apakah kau melihat tanda-tanda ada polisi di daerah sini?” tanya Tyler kepada Jay melalui airpods berbentuk chip yang terpasang di telinga mereka. “Tidak. Tidak ada tanda-tanda polisi di daerah sini,” Jawab Jay. Dia sedang berada di ruang cctv dan memantau layar cctv tersebut. Sama sekali tidak ada tanda-tanda polisi ataupun orang lain di wilayah itu selain orang-orang mereka. Jay, atau Jayden, merupakan pria manis dan imut yang tidak banyak bicara. Dia merupakan salah satu anak buah Gabriel dalam organisasi Blackwood. Dia tidak handal dalam hal berkelahi atau menggunakan senjata tetapi dia sangat handal di belakang layar. Hanya menggunakan tablet atau komputernya, Jay bisa membuat dunia berada dalam genggamannya. Dia adalah hacker profesional yang dimiliki oleh Blackwood. Namun, selama dia hidup ada satu orang yang tidak dapat dia akses informasinya, yaitu data polisi yang sekarang sedang menjadi mangsa Blackwood. “Sial... Apakah dia sudah membaca gerak-gerik kita?” tanya Jun, yang mengeram kesal karena rencana mereka tidak membuahkan hasil. “Sebaiknya kita pulang saja, kita pikirkan rencana selanjutnya,” usul Tyler. Yang diikuti oleh Eun-Ho dan Jun, kemudian disusul oleh Jay. *** “Apa kalian sudah menangkapnya?” tanya Gabriel ketika ia dan keempat anak buahnya berkumpul di sebuah ruangan yang biasa menjadi tempat mereka merundingkan sesuatu. “Tidak. Dia tidak datang ke tempat transaksi itu. Sepertinya dia telah membaca gerak-gerik kita,” jawab Tyler. “Kita perlu menyusun rencana lain untuk menangkapnya.” Sekarang Jun lah yang berucap. “OH s**t! Ferox tertangkap polisi!” seru Jay tiba-tiba, setelah melihat informasi yang masuk ke tabletnya. Dia langsung menayangkan berita tersebut melalui hologram. (Hologram fungsinya hampir sama dengan infocus, jika infocus dipantulkan ke dinding maka hologram hanya di udara). Berita tersebut menampilkan tim polisi Meksiko yang sedang menangkap organisasi Ferox saat melakukan transaksi tadi. Para polisi juga mengamankan semua senjata dan obat-obatan ilegal yang mereka dibeli dari Blackwood. “Damn, kenapa bisa jadi seperti ini?” geram Eun-Ho sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat. *** Sementara itu, di lain Evelyn dan anggota timnya sedang berada di Meksiko. Evelyn dan anggota timnya tidak menangkap Ferox di Chicago. Namun, langsung menangkap mereka di Meksiko, tepatnya di markas Ferox sendiri. Sebenarnya bisa saja tim Evelyn menangkap mereka di Chicago, tetapi itu sedikit berbahaya karena bisa saja kelompok mafia yang mengetahui Evelyn memiliki chip Sevblong sudah menyiapkan jebakan. “Kau benar-benar sesuatu, Evelyn,” puji Rosaria sambil merangkul pundak Evelyn. Sejak Evelyn bergabung bersama mereka, rasanya semua masalah menjadi mudah diatasi. Bahkan sekarang mereka dihadapkan untuk menangani kasus yang berat. Bukan kasus remeh menangani para pembuat onar di jalanan. Evelyn hanya tersenyum kecil. Ia menyikut perut Rosaria sambil tersenyum miring. “Kalian juga benar-benar sesuatu. Sebaiknya sekarang kita kembali ke Chicago. Orang-orang di markas pasti sudah menunggu laporan kita.” *** Sekarang ruang rapat itu diisi Caleb, selaku pemimpin kepolisian, Evelyn, beserta para anggotanya. Mereka sedang membahas kasus organisasi mafia yang mereka tangani. Sebuah organisasi yang mereka dengar setelah melumpuhkan Ferox, organisasi yang bekerja sama dengan mereka dalam perdagangan gelap. Blackwood. “Berdasarkan interogasi yang kami lakukan terhadap organisasi Ferox di Meksiko tadi, Blackwood merupakan organisasi mafia yang sangat berbahaya dan berpengaruh. Mereka memegang kendali beberapa kelompok mafia di beberapa negara. Namun, tidak ada yang mengetahui siapa pemimpin organisasi Blackwood,” jelas Evelyn menyampaikan laporannya. “Apakah kamu yakin ingin mengambil kasus ini, Eve?” tanya Caleb kepada Evelyn dan timnya. “Kita sudah masuk. Kenapa kita tidak mencobanya,” jawab Evelyn dengan santainya. “Aku harap kalian bisa menjaga diri kalian dan semoga misi kita sukses.” Caleb mengembuskan napas kasar sebelum melemparkan pandang ke satu-persatu bawahannya. “Apakah kalian membutuhkan anggota tambahan untuk menyelidiki kasus ini?” Evelyn menggeleng pelan. “Tidak perlu. Kami akan menanganinya dengan tim yang ada. Terima kasih atas perhatianmu, Sir.” *** Setelah rapat dibubarkan, Caleb menyuruh anggota tim Evelyn untuk masuk ke ruangan mereka lebih dulu, sedangkan Evelyn ditahan oleh Caleb. Caleb merasa ada beberapa rencana yang harus ia sampaikan kepada Evelyn secara pribadi. Beberapa menit kemudian barulah Caleb dan Evelyn keluar dari ruang rapat tersebut. Mereka melewati suatu ruangan di mana terdapat seorang wanita muda yang sedang berseteru dan bersitegang dengan beberapa polisi. “Keributan apa yang terjadi di sini sebenarnya? Ini adalah kantor polisi, jadi mohon untuk tetap tenang, Nona,” ucap Caleb saat dirinya dan Evelyn memasuki ruangan itu. Seorang anggota polisi yang tampak kebingungan menunjuk wanita itu dengan frustasi. “Wanita ini adalah tersangka tabrak lari, tetapi tidak mau mengakuinya, Sir.” “Aku bukan menabraknya, tapi dialah yang menabrakkan diri ke mobilku!” kukuh wanita itu bersikeras. “Kamu tidak bisa mengelak lagi, cctv jalanan sudah menjelaskannya. Atas kasus ini kamu akan ditahan selama tiga bulan,” tegas polisi di depannya. Wanita itu menyilangkan tangannya dengan sombong dan menggerutu pelan. “Tahu begini mending tidak usah aku hindari, seharusnya aku menabraknya saja sampai mati. Lagipula, Hasilnya tetap sama.” Caleb memijat pelipisnya. Astaga, selalu saja ada wanita muda pembangkang seperti dia yang terjebak masalah di kepolisian. “Siapa namamu, Nona Muda. Apakah kamu sudah memberi tahu keluargamu tentang kejadian ini?” “Sara. Sebentar lagi kakak laki-lakiku akan kesini. Dan akan membebaskanku,” jawab Sara dengan raut arogannya yang membuat Caleb lagi-lagi hanya mengembuskan napas panjang. Evelyn mendekati meja interogasi di ruangan itu lalu meletakkan satu tangannya di atasnya. Ia menunduk dan menatap Sara dengan kening bertaut. ”Dan atas dasar apa dia membebaskanmu? Kenapa kelihatannya kamu percaya diri sekali?” Saat hendak menjawab pertanyaan Evelyn, ponsel Sara tiba-tiba menjerit nyaring di dalam tas mahalnya. Sara mengangkat panggilan tersebut dan menganggukkan kepalanya dengan senyum lebar. Ia menatap para polisi di sana dengan wajah berseri-seri. “Dia sudah di luar dan sedang menuju ke ruangan ini! Maksudku, my brother!” Tak lama setelah itu, masuklah seorang pria tegap dengan setelan mahal membalut tubuhnya ke ruangan itu. Pria dengan pesona luar biasa itu memiliki pesona yang luar biasa mengagumkan hingga beberapa staf wanita di kantor polisi melongo tak percaya. Pria itu menjadi fokus para polisi yang ada di ruangan itu, termasuk juga Evelyn. Pria itu adalah Gabriel Blackwood yang hari ini datang tanpa menggunakan nama Blackwood. Kakak dari Sara Blackwood. Dia datang sendiri menyelesaikan permasalahan adiknya tanpa membawa anak buahnya. “Gabriel....” Sara langsung melompat dari kursinya dan menghambur ke pelukan kakak laki-lakinya. Sara mengangkat wajahnya dari d**a Gabriel kemudian menunjuk para polisi dengan wajah cemberut. “Mereka menuduhku menabrak orang! Yah, memang benar sih, tapi aku tidak terima dijelek-jelekkan seperti itu!” rengek Sara dengan manja kepada Gabriel. Gabriel yang merasa gemas dengan tingkah adiknya pun mengusap surai panjang Sara dengan lembut. Namun, matanya tertuju kepada salah satu polisi wanita yang memiliki tanda pengenal ‘Evelyn Lopez’. “Baiklah, langsung saja.” Gabriel melepaskan pelukan Sara dan menghadap polisi-polisi itu. “Katakan kesalahan apa yang diperbuat adikku dan mari kita selesaikan semuanya hari ini.” *** Tidak butuh waktu lama untuk Gabriel menyelesaikan perkara adiknya. Karena baginya, dengan uang apa pun bisa dilakukan. Sekarang Sara sudah dinyatakan bebas dan saatnya mereka pulang. Gabriel mencari keberadaan Evelyn dan ia melihat wanita itu di sudut ruangan sedang menyesap kopi hitam dari gelas karton. Gabril menyeringai tipis dan menghampiri Evelyn. “Aku sering melihatmu di televisi, kamu sangat keren,” ucap Gabriel ramah sembari menepuk bahu Evelyn. Ia mengedipkan sebelah matanya kepada Evelyn, membuat wanita itu bingung dengan kelakuan kakak dari wanita manja tadi. Evelyn meletakkan gelas kartonnya dan mendesah. “Sepertinya kakak dan adik sama saja. Sama-sama aneh,” gumamnya, meski tanpa sepengetahuannya, Gabriel telah menempelkan pelacak dalam bentuk serbuk halus pada seragam polisi Evelyn. (Cek info visual setiap tokoh di sosial media author, ig : secrett_zr, sss : secrett_zr, t****k : secrett_zr, dan join grup sss : Readers SecretZR)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD