Jihan langsung terdiam mendengarkan saran dari Marwa. “Kenapa?” tanya Marwa. Ia melihat gurat yang tidak biasa di wajah Jihan. “Pernah terpikir sebelumnya, tapi saya tidak berani,” jawab Jihan. “Tidak berani? Alasannya?” “Saya takut kalau saya juga akan terseret. Mbak tahu kalau saya sedang hamil dan sungguh, saya sama sekali tidak ingin mendekam di balik jeruji besi.” “Tapi bukankah anda sama sekali tidak terlibat? Saya yakin kalau anda tidak akan masuk penjara.” Jihan menghela napas, “Entahlah ….” “Mbak Jihan, jika anda memang menyesali perbuatan anda dan jika memang anda sayang pada sahabat anda dan ingin meminta maaf padanya, maka anda harus balas perbuatan lelaki yang sudah menyakitinya. Tidak hanya menyakiti sahabat anda secara fisik, tapi juga mental. Bahkan ia sampai berani

