Red-Light District

2413 Words

Gilbert bernapas lega, ia segera mengusap wajahnya yang berlumuran darah dengan lengannya. Gilbert menatap genangan darah yang ia pijak, juga lumuran darah yang terus menetes-netes dari lengan sampai ke ujung pedangnya. Bau anyir merebak, mayat bertebaran. Tidak ada yang bersuara sama sekali setelahnya, yang terdengar hanya helaan napas Gilbert dan Milo yang berdiri di dekat pintu. Gilbert berjalan menjauh dari arenanya, menginjak kubangan darah dan menimbulkan bunyi kecipak basah seolah ia tengah berjalan di kubangan lumpur. Benar-benar mengerikan. Gilbert mendongak menatap Nicolin yang hanya diam memandanginya. Sebuah senyum tipis ia sunggingkan. "Nicolin, bisa bantu aku membersihkan diri?" Tanyanya santai seolah p*********n brutal yang baru saja ia lakukan bukanlah apa-apa. Bahkan eks

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD