Former Killer; Dorothy (2)

1714 Words
Dorothy meninggalkan tempatnya menetap ketika ia telah benar-benar bosan dengan kegiatannya sebagai Ripper. Ia pikir, ia harus mencari hal baru yang bisa membangkitkan rasa b*******h di dalam hatinya ketika melakukan hal itu. Sesuatu yang bisa membuatnya merasa benar-benar senang sama seperti ketika pertama kali ia menusukkan pisau ke d**a p****************g yang hendak menidurinya di rumah Nyonya Gemuk yang menampungnya. Mungkin terasa ironi, ia melarikan diri dari kediaman Nyonya Gemuk yang menampungnya karena sudah tidak tahan lagi selalu dipaksa untuk menemani pria-pria m***m. Tapi ketika ia sudah tak lagi menemukan hasrat membunuh dalam dirinya, ia datang ke distrik hiburan di Westminster untuk bekerja sebagai wanita penghibur di rumah-rumah hiburan yang ada di sana. Beruntung, ia cukup memiliki wajah standar sebagai seorang penghibur, sehingga ia tidak perlu susah-susah untuk mencari di berbagai tempat karena di tempat pertama ia menawarkan diri, Tuan yang memiliki rumah hiburan itu langsung menerimanya tanpa syarat apapun. Dorothy merasa menikmati kegiatan barunya. Memang tidak jauh berbeda dengan apa yang ia lakukan di rumah Nyonya Gemuk. Ia masih harus tidur dengan pria-pria asing, melayani kemauan mereka, dan semacamnya. Tetapi ia tidak mendapatkan paksaan apapun—kecuali jika pemesannya sedikit pemaksa. Tapi Tuan di rumah hiburannya bekerja menjaga seluruh wanita-wanita pekerjanya dan menghindari kekerasan apapun. Lebih dari itu, Dorothy tak jarang mendapatkan pelanggan bangsawan. Apapun itu, yang ia lakukan di tempat ini masih atas dasar kemauan dirinya sendiri. Selama beberapa tahun ia tinggal di rumah hiburan itu, mengenal wanita-wanita lainnya yang memiliki berbagai sikap. Hingga ingatan tentang jati dirinya sebagai Ripper perlahan memudar hingga ia bertemu dengan bangsawan—tidak, iblis yang menyamar menjadi bangsawan itu. Dorothy tidak tahu harus menyebutnya sebagai apa selain iblis karena memang sosoknya serupa iblis yang ia lihat di lustrasi-ilustrasi buku. Tentu saja versi aslinya tampak ribuan kali lebih mengerikan. Ia bahkan merasa seluruh tubuhnya lemas seketika saat melihatnya. Dorothy mengusap wajahnya. Bayangan sosok mengerikan itu tetap saja hinggap di kepalanya, menolak untuk menghilang bahkan meski Dorothy berkali-kali berusaha memikirkan hal lainnya. Ia bahkan menyibukkan diri dengan menyapa rekan-rekannya sesama wanita penghibur, padahal tidak ada dari mereka yang berteman dengannya. Tentu saja, tidak ada yang benar-benar saling berteman di tempat seperti ini karena semuanya bersaing. Karena itulah, kebanyakan akan membenci siapa saja yang mendapatkan level khusus seperti Nell Gwyn karena kedengkian mereka yang merasuk ke dalam jiwa. Tidak akan ada yang secara terang-terangan menunjukkannya, karena mereka semua munafik. Dorothy hadir di antara mereka sebagai pihak yang tidak ambil pusing dengan persaingan. Yang ia lakukan murni karena menghapus kebosanan saja. Maka jika ia ditanya apakah dirinya iri dengan Nell Gwyn, jawabannya jelas tidak. Lagipula Nell Gwyn sebenarnya bersikap cukup baik. Seharusnya tidak perlu membicarakannya atau mengejeknya di belakang punggungnya. Setidaknya, Nell Gwyn tidak pernah bersikap seperti itu. Nell Gwyn, dia yang harus ia selidiki atau Dorothy sendiri yang akan mendapat kesialan. Iblis itu memerintahkannya untuk mencari informasi apapun terkait Nell Gwyn dan bagaimana dia bisa kembali pasca menghilang secara misterius. Ia sebenarnya tidak begitu peduli. Nell Gwyn mengatakan jika ia pergi karena urusan keluarga, dan tidak ada yang berani bertanya lebih jauh. Dorothy sudah melihat banyak kebohongan, ia juga membicarakan tentang ini kepada iblis yang menyamar sebagai bangsawan itu semata-mata hanya karena topik misteri seperti itu cukup menyenangkan untuk dibahas. Siapa yang mengira jika topik itu malah membawanya pada situasi yang rumit seperti ini. Dorothy mengacak-acak surai pirangnya. Rasa kesal dan bingung bercampur, membuatnya hilang kontrol diri. “Ada apa?” Dorothy tersentak ketika bahunya ditepuk ringan. Ia berjengit, persis seperti seseorang yang kaget karena sengaja dikagetkan. “Oh? Kurasa aku hanya menepuk bahumu pelan-pelan? Apakah terasa sakit?” Dorothy bernapas lega ketika mendapati Annie berdiri menatapnya dengan raut wajah bingung. “Oh kau. Tidak kok, aku hanya sedikit melamun.” Annie mengangguk-angguk. “Kau tadi bersama seorang bangsawan ‘kan? Apa dia pergi? Kalian tidak tidur bersama?” Dorothy merasakan pori-pori di tubuhnya timbul akibat pertanyaan itu. Rasa merinding terus Tentu saja Annie, dan bahkan rekan-rekannya yang lain tahu bahwa ia bersamanya. Iblis yang menyamar menjadi bangsawan itu tampak sangat menarik ketika duduk di rumah hiburan tadi. Dorothy mendekatinya karena ia tampak tidak memperhatikan siapa-siapa dan hanya duduk dengan tenang. Siapa sangka sosok yang ia kira bangsawan muda yang baru saja menginjakkan kaki di distrik hiburan ternyata adalah sesosok iblis mengerikan. Dorothy tertawa. “Dia mengajakku berbincang. Dia bilang, dia pertama kalinya datang ke distrik ini, makanya dia ingin melihat-lihat terlebih dahulu,” ia kemudian mengangkat bahu. “Mungkin sedang beradaptasi?” Annie terkekeh. “Seperti yang diharapkan dari Dorothy, memperkenalkan distrik hiburan kepada pelanggan. Kau lebih cocok menjadi pemandu wisata daripada pekerja s*x. Lagipula, kurasa bangsawna-bangsawan yang datang kemari lebih suka menjadikanmu kawan berbincang ketimbang teman tidur.” Dorothy mengangkat bahu. “Kuanggap itu sebagai pujian.” “Oke, aku akan kembali ke depan. Kau mau tetap di sini?” Dorothy mengangguk. “Selamat bekerja.” “Yeah, aku harus bekerja lebih keras agar bagianku tidak diambil oleh Nell Gwyn sialan itu.” Dorothy mendongak, menatap Annie dan raut kebencian yang amat ketara di wajahnya. Berbeda dengan rekan-rekannya yang lain yang membicarakan Nell Gwyn di belakang, Annie itu memang terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya kepada Nell Gwyn. Yang lain akan tersenyum ramah kepada Nell Gwyn dan berharap mendapatkan saran darinya sambil merencanakan untuk menjatuhkannya suatu hari. Tetapi Annie berbeda, jangankan mendengarkan Nell Gwyn bicara, ketika tidak sengaja berpapasan saja Annie langsung memalingkan wajahnya dan enggan sekali berdekatan dengannya. Ia melupakan aturan bahwa level khusus seperti Nell Gwyn harus diperlakukan dengan baik. Annie sepertinya tidak begitu peduli jika suatu hari Nell Gwyn melaporkannya kepada “Tuan” dan kemungkinan besar akan dipecat. “Annie.” “Huh?” “Mengapa kau begitu membeci Nell?” Kerutan di dahi Annie menebal, jelas sekali ia tampak kesal dengan pertanyaan itu. “Kenapa bertanya? Aku malas membahas wanita itu.” Dorothy mengangkat bahu. “Aku datang kemari saat kau sudah membencinya. Aku penasaran mengapa, padahal Nell tampak baik kepada siapa saja. Terlebih, kau memilih menunjukkan kebencianmu secara terang-terangan daripada berpura-pura bersikap baik kepadanya.” “Untuk apa aku berusaha bersikap baik di hadapannya jika aku memang membencinya? Aku tidak munafik, membicarakannya di belakang sementara di hadapannya berpura-pura segalanya baik-baik saja. Kalau aku ingin menjatuhkan seseorang, aku akan melakukannya secara terang-terangan, bukan bersikap licik dengan memakai topeng manis di wajahku. Kau tidak akan mengerti, karena kau tidak memiliki masalah apapun dengan orang-orang di sini.” “Lalu saat Nell menghilang, apa kau merasa senang?” Annie melirik Dorothy. “Entahlah, sebagian diriku merasa senang karena akhirnya orang yang paling kubenci hilang dari pandanganku. Tapi aku merasa aneh karena dia hilang begitu saja.” “Dan saat dia kembali?” “Aku tetap membencinya. Terlebih dia datang dengan kondisi yang benar-benar berbeda.” Bibir Dorothy berkedut pelan ketika Annie berhasil terpancing oleh topik tentang Nell Gwyn. “Berbeda?” Annie yang sebelumnya hendak kembali untuk melayani pelanggan mengurungkan niatnya dan duduk di samping Dorothy. “Aku memang membencinya, tapi bukan berarti aku tidak tahu jika ada perubahan darinya. Justru karena aku membencinya, bisa kukatakan jika aku banyak tahu tentangnya. Saat dia datang, sikapnya tetap baik, tapi rasanya kosong. Dia seperti bukan Nell, dia seperti orang lain. Atau, meski kedengarannya tidak masuk akal, dia seperti Nell, tapi dengan jiwa lain di dalam tubuhnya.” Dorothy mulai paham mengapa iblis itu mencari tahu tentang Nell Gwyn. Jika apa yang Dorothy pikirkan benar, maka kedatangan Nell Gwyn kembali tidak semata-mata karena ia sudah selesai dengan urusan keluarganya. Kemungkinan besar, apapun yang ada sangkut pautnya dengan Nell Gwyn juga berhubungan dengan hal-hal supernatural. “Aku memang merasakan jika Nell tampak berbeda, tapi aku tidak sampai berpikir sejauh itu.” Annie mengendikkan bahu. “Aku tidak tahu. Aku pikir, mungkin ini hanya imajinasiku saja. Tapi semakin hari aku melihatnya, semakin aku yakin jika dia bukan Nell Gwyn yang kita kenal. Aku pernah melihat sesuatu yang aneh darinya, kau adalah orang pertama yang kuceritakan, dan kuharap kau tidak menganggapku gila karena cerita ini. Maksudku, aku bahkan masih tidak yakin dengan apa yang kulihat, tapi semua itu sangat jelas dan aku tidak bisa melupakannya.” “Apa?” “Hari kedua setelah kembalinya Nell, aku tidak sengaja melihatnya sedang berganti pakaian di ruangan khusus pakaian. Seharusnya dia memang tidak berada di sana karena level khusus sepertinya sudah memiliki persediaan gaun sendiri. Tapi aku tidak tahu mengapa dia berada di sana. Aku batal masuk ketika kudengar ia berbicara sendiri. Aku mengintip dari celah pintu, kau tahu sendiri ruangan itu pintunya tidak dalam kondisi yang benar-benar baik. Aku melihatnya seperti berusaha berbicara dengan dirinya sendiri. Dia memukul-mukul dadanya berulang kali dan terus menggumamkan kata ‘keluar’ pada dirinya sendiri. Lalu ia berhenti dan jatuh terduduk. Suaranya tiba-tiba berubah lebih berat, dan dia sepertinya ia menyadari kehadiranku karena dia langsung berbalik dan menatapku.” Annie menopang kepalanya dengan kedua telapak tangan. “Aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat. Dia melotot kepadaku, dan… dan… aku melihat ada iris mata lain yang bergerak-gerak di mata kanannya, seolah berusaha mendorong iris mata aslinya, berwarna merah pekat dan tampak menyeramkan. Aku tidak tahu mengapa seperti itu, aku benar-benar ketakutan dan langsung melarikan diri begitu saja.” “Kau yakin dengan apa yang kau lihat?” Annie menggeleng. “Kupikir aku hanya berhalusinasi, tapi tidak mungkin aku berhalusinasi tentang sesuatu yang pertama kali kulihat. Maksudku, bahkan sekarang aku masih mengingatnya.” Dorothy percaya dengan apa yang dikatakan Annie. Ia pernah mendengar tentang ritual perjanjian dengan iblis yang memakai wadah. Siapa pun yang menjadi wadahnya akan dikendalikan sepenuhnya oleh iblis itu, dan hanya memiliki kesadarannya saja tanpa bisa melakukan hal-hal yang ia inginkan. Ritual itu disebut dengan abu pemanggil, dan adanya mata lain yang tampak di mata Nell Gwyn membuktikan bahwa ada iblis yang bersarang di dalam tubuhnya. Dorothy tidak begitu percaya dengan kisah itu karena sebelumnya ia hanya mendengar kisah-kisahnya saja. Tapi, tidak mungkin sekarang Dorothy tidak percaya jika ia bahkan telah bertemu sesosok iblis secara langsung. Nell Gwyn, jelas menghilang karena berhubungan dengan dijadikannya ia sebagai wadah iblis. Pertanyaannya, apakah Nell Gwyn membuat kontrak itu sendiri, atau ada orang lain yang menumbalkannya sebagai wadah? “Nell memukuli dadanya?” Annie mengangguk. “Dia terus mengatakan ‘keluar’ sebelum akhinya aku melihat matanya seperti itu.” “Ah, begitu.” “Kenapa?” Dorothy mengulas senyum. “Tidak. Aku hanya penasaran mengapa bisa seperti itu. Terima kasih sudah menceritakannya.” Annie berdiri dan mengusap wajahnya. “Jangan katakan pada siapa pun.” “Aku berjanji.” Sebuah kesimpulan terbentuk di otak Dorothy. Nell Gwyn tidak melakukan kontrak itu atas dirinya sendiri, itulah mengapa dia memukuli dadanya dan mengulang-ulang kata ‘keluar’ ketika ia masih memiliki kesadarannya. Ia tidak menginginkan perjanjian kontrak itu. Dia dijadikan wadah oleh orang lain. Kemungkinan besar, ia yang menghilang tiba-tiba itu adalah saat di mana dirinya dijadikan wadah untuk menampung iblis di dalam tubuhnya. -----
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD