Bagian 45

1751 Words

“Mengenai Saddam, bisakah kamu tak memberitahunya jika kalian berdua akan satu apartemen?” Harry sedang mengantar Hana menuju ke unit apartemennya. Karena Fahri bisa saja nekat lagi, jadi Harry memutuskan akan mengantar wanita itu hingga depan pintu. Keduanya baru saja turun dari arah parkiran. Hana mengangguk, tentu baginya memang tak perlu memberitahukan perihal kepindahannya kepada Saddam. Lagi pula mereka tak memiliki hubungan dekat selain teman atau atasan dan karyawan. “Tenang saja, Harry. Aku tidak akan memberitahunya. Oh iya, nanti kunci apartemen aku berikan padamu ya.” Harry mengangguk. Pintu lift terbuka, dan mereka sama-sama berjalan keluar. “Jika kita sudah satu apartemen, nanti kita bisa berangkat bekerja bersama,” kata pria tersebut. Hana mengangguk setuju, ini mengunt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD