Hana menoleh, menatap minuman yang mendarat di atas meja barusan. “Hadiah kecil untuk penyemangat pagimu,” ucap pria yang menjulang tinggi di samping meja kerja Hana. Wanita ini mengernyit, tumben sekali sang atasan memberikan minuman di pagi hari seperti ini. “Terima kasih, Pak,” ucap Hana. Saddam mengangguk, lalu menuju ke mejanya sendiri. Tampaknya setelah dia ikut mendengar kejutan pagi di bawah tadi, Saddam menyempatkan diri untuk membeli minuman. Dan ia lakukan semata-mata karena senang melihat keberanian yang Hana tunjukkan secara nyata. Hana menyeruput minumannya melalui sedotan. Rasa manis dan segar minuman tersebut masuk ke tenggorokan. Saddam mulai membuka kembali laptop untuk bekerja. Namun, keduanya sama-sama menoleh saat mendengar pintu diketuk. “Masuk.” Pintu terbuka

