Ancaman

755 Words
"gimana besok mas,". Tanya Mouna. "Tenang nanti aku pikirkan,". Jawab Rudy kepada istrinya. "Emang kamu mau tanggung jawab,". Tanya sang ibu "Gak mau,udah bekas sana sini bu,". Kata Rudy. "Kalau dia hamil gimana mas,aku gak mau dimadu,". Rengek Mouna. "Nanti aku pikirkan,". ****** Besok hari keluarga Rudy,pergi kerumah keluarga pak Johan. Untuk menyelesaikan masalah kemarin. Gede juga ni rumah,batin bu Lela. Matrenya bergejolak naik. Ternyata Sintia,anak orang kaya tapikan hartanya milik orang tua dia,sama saja tak memiliki harta, batin Rudy. Sintia dan Mouna,tentu saja cantikan Sintia. Mana muda bahkan lebih kaya lagi. Jangan sampai mas Rudy, tergoda dengan bocah itu,batin Mouna Diruang tamu semua orang berkumpul. "Maafkan anak saya pak Rudy,yang sudah keterlaluan terhadap anda,". Kata pak Johan. "Tapi saya tidak mau bertanggung jawab,jika anak bapak hamil. Bisa saja itu bukan anak saya,". Jelas Rudy. Johan terdiam dia menatap istrinya. "Saya paham pak Rudy, tapi kasiani lah saya. Bukannya anda terakhir berhubungan dengan anak saya,". Tanya pak Johan. "Gak bisa gitu dong pak,suami saya gak salah. Anak bapak saja yang mau menjebak suamiku agar mau bertanggung jawab. Siapa tau anak bapak sudah hamil duluan,". Sahut Mouna. "Saya sebagai ibunya Rudy. Sangat setuju pendapat menantu ku,". Sahut bu Lela juga. "Kalau anak bapak hamil tinggal gugurkan saja,ingat yah pak saya mempunyai beberapa video tentang Sintia,". Senyum licik terpampang jelas di wajah Rudy. "Kalau bapak memaksa saya mempertanggung jawab atas Sintia,mohon maaf saya tidak bisa. Sintia sering melakukan itu dengan pria lain,enak saja mau memaksa saya,". Kekeh Rudy. "Kami bisa saja menyebar kan video itu, bayangkan kalian akan malu terhadap aib yang sangat besar ini. Kalian jangan macam-macam,". Ancam Mouna. Orang tua Sintia,bungkam di buat mereka. "Pak,aku gak mau kita hancur. Harga diri kita di permalukan seperti ini,". Kata bu Hany kepada suaminya Johan "Coba tanyakan kepada Sintia,apa dia memakai KB. Kalau dia sering melakukan itu pasti hamil tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada tanda-tanda kan,". Kata Mouna. Kedua orang Sintia,diam sejenak. "Bu, tolong bawa Sintia kemari,". Pak Johan menyuruh istrinya membawa Sintia dari kamar. "Jika anak saya benar memakai KB, peluang besar dia tidak hamil,dan saya tidak akan meminta pertanggung jawaban pak Rudy,". Ucap pak Johan. "Ck,pakai KB atau tidak,tatap saja aku tidak mau,". Decak Rudy. "enak saja minta pertanggung jawaban dangan suamiku, coba minta tanggung jawab dengan orang bersama Sintia yang ada di video itu,". Sahut Mouna "Benar pak,anak saya gak salah. Malah minta tanggung jawab segala,". Kata bu Lela. Johan merasa pusing kepalanya. Bagaimana masa depan anakku nanti hidupnya sudah hancur. Sial sekali pak Rudy, memiliki video Sintia,batin pak Johan Tak lama bu Heny membawa anaknya Sintia. Begitu lembam di pipi, bahkan kaki, tangan nya juga bekas cambukan. Begitu tragis nasip Sintia. Rudy terperangah menatap Sintia. "Sepertinya habis di hajar pak johan,". Bisik Rudy, kepada istrinya. "iya mas,liatlah banyak mereh kebiruan di tangan dan kakinya. pasti seluruh tubuhnya luka-luka,". Mouna membalas bisik suaminya. "ngeri sekali kondisi Sintia,". bisik bu lela kepada menantunya. "iya bu,". jawab Mouna. Sintia, ikut duduk di samping ibunya. dengan wajah menunduk. "bapak ingin tanya denganmu Sint,sejak kapan kamu bisa melakukan hubungan terlarang itu,". Kata pak Johan kepada anaknya. "En-enam bulan sudah pah,". Sintia gemetar menjawab pertanyaan sang ayah. Pak Johan mengeratkan genggaman tangannya menahan amarah. "Apa kamu memakai KB,". Tanya pak Johan lagi "Ii-iya pah. Sintia menggunakan pil kontrasepsi,". Sintia menunduk tangannya meremas ujung baju, terlihat sangat ketakutan. "Baik pak Rudy,saya minta maaf sebesar-besarnya atas sifat dan kelakuan tak senonoh anak kami. Jadi saya tidak memaksa anda untuk bertanggung jawan atas anak saya. Dan saya mohon jangan di sebarluaskan video Sintia,kami mohon,". Kata pak Johan. "Iya pak Rudy,dan Bu mouna. mohon pengertiannya jangan membuat keluarga kami menanggung malu ini. Cukup sudah dengan nasip anak kami,". Isak tangis bu Heny. Uuuh,baguslah aku tidak susah bertanggung jawab dengan bocah ini, batin Rudy. "Saya mengerti pak. Baiklah kami Permisi karena masalah ini sudah selesai,saya ada urusan penting". kata Rudy. "Baiklah pak Rudy, silahkan,". pak Johan mempersilahkan mereka pergi. Keluarga Rudy, keluar dari rumah pak Johan dengan hati lapang d**a akhirnya Rudy bebas tanpa masalah lagi. Mouna,juga tersenyum bahagia, tentu saja dikiranya Rudy,memang di jebak. padahal mereka sering melakukan hubungan terlarang itu. sedang Rudy,sering bermain dengan wanita lain. Sedangan Sintia,dia menahan amarahnya. "Awas kamu pak Rudy,tunggu pembalasan ku,aku tidak terima semua ini,". Gumam Sintia. "bu,bawa anak ini keatas. Kurung dia jangan sampah keluar rumah selain bersekolah. Untung saja pihak sekolah tidak tahu masalah ini,". Ujar pak Johan. Bu Heny,membawa anaknya masuk kekamar dan mengunci. Sedang di dalam kamar tengah mengamuk sejadi-jadinya. "Aaaaaaaaaa,tunggu pembalasanku Rudy. Kalian akan menerima semua yang telah aku rasakan,". Teriak Sintia.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD