"aku mau ketempat ibu,kamu mau ikut ,?". Kata Rudy kepada istrinya Nely.
"Untuk apa mas,". Tanya Nely.
"Ada hal penting, Masalah tanah,". Jawab Rudy.
"Oh,kayanya gak bisa mas.lagian ibu juga gak suka sama aku,".
"Ya sudah mas pergi. Aku cuman sebentar kok dek,kalau selesai mas akan langsung pulang,". Ucap Rudy.
Nely,mengijinkan suaminya pergi kerumah orang tuanya.
Ia ingin ikut tapi mengingat jika mertuanya tak suka. Ia urungkan niatnya dari pada nanti jadi masalah.
***
"Mobil siapa, tapi kaya pernah liat,". Gumam Rudy. Yang baru saja sampai di depan rumah ibunya.
"Udah datang kamu nak,". Kata bu Lela. Melihat anaknya mau naik Kerumah.
Rudy langsung saja masuk,saat di ruang tamu nampak heran ketika melihat seorang perempuan cantik siapa lagi kalau bukan Mouna.
Mouna tersenyum manis ketika melihat Rudy yang baru saja datang.
Rudy pun membalas dengan senyuman hangat.
"Bu mouna yah,". Tegur Rudy.
"Jangan panggil bu dong kalau di luar, panggil mouna saja,". Ucap mouna dengan mata mengedipkan sebelah
"Oh iya,ibu kenal dengan Mouna,". Tanya Rudy kepada ibunya.
"Iya,teman arisan ibu,". Bu Lela, berbohong agar aksi mereka berdua berjalan sukses.
"Kok sepi bu,kemana yang lain,". Tanya Rudy lagi melihat sana sini tidak ada orang selain ibunya dan Mouna.
"Oh, Yoga mengajak istri dan anaknya ke pasar, Bapak kerja,". Jawab bu Lela.
"ayo diminum airnya nak, pasti kamu haus,". Ujar sang ibu.
Tumben ibu baik,apa ada bu mouna. Batin Rudy yang tengah tak enak
"Makasih bu,". Rudy meminum air yang sudah di sediakan ibunya.
Tanpa menaruh curiga, Bu Lela dan Mouna tersenyum puas.
Mereka bertiga berbincang hangat untu sementara sebelum obat tidur itu berkerja.
Kenapa mataku mengantuk sih,batin Rudy.
"Kamu kenapa nak,". Tanya bu Lela.
"Iya,kaya kelelahan kamu Rud,". Sahut Mouna.
"Gak tau bu,tap,". Belum sempat berkata-kata Rudy langsung ambruk di samping Mouna.
"Obat nya bekerja bu,". Mouna sangat senang kini Rudy sudah berada di genggamannya
"Ayo cepat,kita lanjutkan dengan rencana,". Bu Lela tengah bersemangat.
Mouna dan Bu Lela,membawa Rudy kekamarnya.
"Ibu tunggu diluar,aku mau membuat sesuatu dan ini untuk ibu,". Mouna memberikan sebuah amplop tebal kepada Bu Lela.
"wah,banyak sekali,". kata bu Lela dengan tangan gemeteran.
Tanpa berpikir panjang lagi, Bu Lela mengambil amplop itu hingga air liurnya hampir menetes ketika melihat isi uang didalam.
"Ibu ke ruang tamu,aku serahkan Rudy untukmu. Terserah kamu apakan,".
Mouna tersenyum puas mendengar perkataan bu Lela sebagai alat membantunya untuk mendapatkan Rudy.
Di dalam kamar,Mouna melepaskan seluruh baju Rudy,mouna pun melepaskan bajunya juga.
Dengan merekam aksi berdua dengan sangat intim,mencium Rudy tak lupa Mouna memotretnya untuk bukti.
Sangat puas mouna bermain dengan Rudy. Ia juga membangunkan Rudy,yang masih terlelap
"Sayang bangun,". Kata manja Mouna.
Dengan menepuk kedua pipi Rudy
Tak berapa lama Rudy,bangun dan di buat kaget melihat mouna sudah di atasnya.
"Kamu kenapa ada di atasku,apa yang kamu lakukan ha,". Betapa sok Rudy,melihat keadaan mereka berdua sudah tidak memakai apa pun.
di tambah lagi miliknya sudah tenggalam ke dalam milik Mouna.
membuat Rudy sedikit menikmati,ingin mendorong Mouna di atasnya, tapi nafsu sudah memenuhi pikirannya.
"Rudy,rasakan ini. Milikmu sangat sesak di dalam milikku,sangat enak dan nikmat,". Serak Mouna.
Ia seperti menunggang kuda saja
Rudy meneguk liurnya,susah payah di buat Mouna agar sadar,apa lagi melihat gunung kembar di hadapannya seperti menggoda.
"Ah shiit,cukup moun. Apa yang ah kita lakukan ini salah,".
Rudy setengah menikmati permainan Mouna.
Sial gunung itu, membuatku gagal fokus.
Tanpa berpikir panjang Rudy,langsung menyambar gunung itu dengan lahap.
Mouna tersenyum menang,tak sia-sia rencananya.
Bagus Rudy,lancarkan aksimu. Batin Mouna
"Ahh, teruskan sayang,iya seperti itu,". racau Mouna dengan keringat bercucuran sudah.
"Sial,aku saja di atas,". Rudy membalikkan tubuh Mouna,kini Rudy memimpin permainan mereka.
Suara erangan kenikmatan saja di kamar itu,karena nafsu Rudy jadi kehilangan kendali.
Bu Lela,tengah bahagia sudahmendapatkan apa yang di inginkannya
Hampir dua jam, Rudy dan Mouna sudah selesai.
Rudy tengah frustasi apa yang dilakukannya hari ini,apa lagi sang ibu juga terlibat aksi penjebakkan mereka.
Rudy sangat lelah hingga terlelap dalam mimpi bersama Mouna.
Terdengar suara teriakkan dari luar kamar membuat Rudy kaget bahkan tengah bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.
Ceklek pintu terbuka.
Plaakkk
Suara tamparan keras di wajah Rudy.
"Tega kamu mas,kamu bilang pergi kerumah ibu karena ada masalah, nyatanya kamu malah bercinta dengan seorang wanita,". Teriak Nely.
Nely sudah menangis dari tadi hingga matanya sudah membengkak.
benar saja Mouna, mengirimkan video itu kepada istrinya Rudy,sebelum ia mengikuti Rudy tertidur.
"Maafkan mas dek,mas di jebak oleh ibu dan Mouna,". Rudy mencari siapa yang bersalah
"Aku tidak percaya mas,aku melihat sendiri jika kamu juga menikmati percintaanmu dengan wanita jalang itu,".
"Siapa yang kamu sebut wanita jalang ha,". Bentak sang Mertua.
"Aku lebih suka jika Rudy,menikah dengan Mouna. Dari pada kamu hanya berjualan martabak saja,".
"Maafkan mas dek,mas hilaf,". Mohon Rudy. Yang sudah berlutut di hadapan istrinya.
"Maaf mas,aku tak sudi bersamamu lagi. Aku sangat kecewa mas,atas penghianatan mu,".
"mas sayang dan cinta sama kamu dek,mas gak mau kehilanganmu,". Rudy mencoba memeluk Nely.
namun Nely, menjauh dari suaminya bahkan saat Rudy menggapai tangannya langsung di tepis oleh Nely.
Mouna hanya melihat aksi mereka sedang berdebat, tanpa peduli ia langsung memeluk Rudy dari Belakang.
"tinggal saja istri jelek mu itu sayang,dan kita akan menikah,". bujuk Mouna yang bergelut Manja di bidang d**a Rudy.
Rudy secepatnya menepis dan menjauhkan diri dari Mouna.
hati Nely sudah memanas melihat Mouna memeluk suaminya itu.