32. Trauma.

1125 Words

POV Shena. "Shena." Gentala dan Rangga memanggilku, aku menoleh tapi kemudian aku tetap berlari menyusuri jalan. Aku sangat takut melihat wajah Rangga, terbayang saat dia menatapku dengan beringas saat di toilet hotel, teringat saat dia menyambar bibirku dengan ganas, teringat dia mengunci tubuhku sehingga aku tidak bisa bergerak, teringat dia mengoyak kan paksa baju kemejaku, aku takut jika mengingat itu. "Shena! Tunggu!" Genta berusaha menyusul ku yang sedang berlari menyusuri jalan, aku tak tau arah tapi bagiku lebih baik aku lari daripada harus berhadapan dengan Rangga. "Shena!" Gentala berhasil meraih pergelangan tanganku. "Biarkan saya pergi." Aku berusaha melepaskan cengkraman tangan Gentala, tapi cengkraman itu begitu kuat. "Shena, Rangga datang kemari pasti ada alasannya."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD