8. Sulit Dikendalikan

1303 Words

Suasana di ruang keluarga terasa tegang setelah makan malam selesai. Citra duduk tegak di sofa, matanya menatap tajam pada putri bungsunya yang duduk berhadapan dengannya. "Katakan pada Mama, Ly," ujar Citra dengan suara yang berusaha tenang, "kenapa tiba-tiba kamu ingin menikah? Selama ini kamu selalu menghindar setiap kali kami membahas pernikahan." Calista tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Matanya sesekali melirik ke arah lorong yang menuju ruang kerja kakeknya. Kekhawatiran itu jelas terpancar, bagaimana jika Bima mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya pada kakeknya? Atau, bisa saja Kakeknya bertanya macam-macam pada Bima? Mengingat Bima yang sama sekali tidak ingin dimonitoring oleh dirinya. "Calista!" panggil Citra lagi, suaranya lebih keras kali ini. Calista tersentak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD