17. Hanya Ingin Bima

1402 Words

Juno asyik mendorong mobil-mobilan kecilnya di lantai berdebu dekat roda mobil yang sedang dikerjakan Bima. Sementara itu, Rita terduduk kaku di sofa tua di sudut bengkel. Matanya tak lepas dari punggung suaminya yang membungkuk di kolong mobil, namun pikirannya melayang jauh ke pertemuan singkat tadi antara suaminya dan mantan bosnya, pada pakaian bersih yang tidak biasa, pada bau sabun mahal yang sempat tercium saat Bima lewat. "Ayah, sudah selesai?" tanya Juno ketika Bima merayap keluar, wajahnya coreng moreng oli. "Sebentar lagi, Nak." Bima menyalakan mobil. Mesin hidup dengan derum rendah yang sempurna. Sorak kecil Juno pecah di ruang bengkel yang pengap. Setelah memastikan semuanya beres, Bima mencuci tangan dengan sabun kasar hingga bekas hitam di sela-sela kukunya memudar. Dia m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD