13. Percakapan Di Lorong

1228 Words

Suasana di kediaman Tedjakusuma siang itu riuh oleh obrolan dan tawa yang terkadang terdengar dipaksakan. Meski hanya keluarga besar yang diundang, ruang luas itu dipenuhi oleh siluet-siluet bergaun mentereng dan setelan jas, semuanya menyimpan cerita dan penilaian di balik senyuman formal mereka. Namun, Calista mengundang Zoya, sahabatnya untuk datang. Namun belum ada tanda-tanda kemunculan sahabatnya itu. Padahal Zoya mengaku masih penasaran dengan Bima. Calista berhasil meredam kecurigaannya soal cincin dengan alasan yang terdengar masuk akal, meski di dalam hati, bisikan rasa bersalah tetap mengganggu. Sementara Bima tak henti-hentinya dipimpin Ardha berkeliling, diperkenalkan kepada paman, bibi, dan sepupu yang masing-masing menyimpan pandangan menyelidik. Ardha, dengan bangga yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD