"Dia suamiku." "Serius." Ratna terbelalak, ia nampak tak percaya. Nurmala mengangguk sembari mengigit jarinya. "Kok bisa! Kapan nikahnya?" Ratna memelototi Nurmala, sebab menikah tanpa meminta pendapatnya. Sedangkan saat susah larinya pada Ratna. "Nanti aku ceritain!" bisik Nurmala di telinga Ratna. "Dia anak majikanmu?" "Iya." Nurmala menganggukkan kepala, tak berani menatap Alfian. Alfian melangkah masuk ke dalam kamar kos tanpa menunggu izin dari si empunya. "Jika Firman masih mencari Nurmala. Katakan pada Firman berhenti mengganggu istriku." Alfian berdiri di hadapan Nurmala tanpa mengalihkan tatapannya pada istrinya. Nurmala tidak suka melihat gaya bicara Alfian, Firman adalah pemuda yang baik, tak seharusnya Alfian menganggap Firman sebagai pengganggu karena pengganggu yang

