Bagian 33

1128 Words

Yona masih berharap kalau dirinya sedang berada di tempat tidur dengan kasur yang empuk di temani bantal dan guling, berharap ia sedang bermimpi. Setiap orang berharap ingin mendapatkan mimpi yang baik dalam tidurnya, namun Yona bahkan tak peduli kalau itu harus menjadi mimpi buruk, setidaknya bukan kenyataan. Namun pada kenyataannya, semua bukanlah mimpi. Ia berkali-kali menampar pipinya dan berkali-kali pula ia merasakan sakit. "Apaan sih Yo, bikin kaget aja deh. Aku tuh masih ngantuk tau nggak sih Yo, malah teriak-teriak tengah malem" protes Asih sambil mengkucek-kucek kedua matanya. "Tengah malam, tengah malam mbah mu? Ini itu udah jam tujuh tiga puluh lima, tengah malam dari mananya? Sejak kapan kamu berubah jadi kelelawar, siang jadi malam dan malam jadi siang?" protes Yona. "Ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD