Bagian 2

1099 Words
Ku hempaskan tubuh ku di ranjang ku, sesekali kulirik telepon genggam kesanyangan ku yang tak kunjung ada pesan atau panggilan masuk, yaa telepon genggam oppo A71 2018, dan itu sudah ketinggalan zaman tapi itu takkan terganti karna itu adalah telepon genggam yang baru pertama kali ku beli dari hasil keringat ku sendiri. Kringgg.... kringgg... Ya itu bunyi hp ku, dan itu adalah panggilan video dari kekasih ku Riko. Kami terpisahkan jarak karena tuntutan kerja, dan bagiku itu tidak masalah supaya kami bisa mengumpulkan uang untuk pernikahan kami. Oh hayalan ku yang begitu jauh, hehe. Riko: Halo sayang, baru pulang kerja ya? Tanyanya sambil tersenyum, dan itu sudah bisa membuat ku merona, aku sungguh lebay bukan? haha. Yona: Ah iya, dan hari ini aku sangat lelah dan kesal. Riko: Ada apa? Ada masalah di tempat kerja mu? Lalu aku menceritakan semua kejadian yang menimpa ku tadi di pabrik tanpa ada satu momen pun yang tertinggal. Ya begitulah aku, dengan mulut rombeng ku yang tidak mau berhenti berbicara, tapi dia sabar mendengarkan cerita ku, itulah yang membuat ku semakin jatuh cinta padanya. Riko hanya tertawa mendengarkan penuturan ku. Sesekali kami bercanda sampa akhirnya aku mengantuk dan mengakhiri percakapan kami. Aku terbangun, entah apa yang membangunkan ku sepagi ini, gumam ku. Ku kucek mata ku dengan berat karna aku masih ngantuk dan ku lirik jam mungil ku. Aku terperanjat kaget melihat jam 07.30 wib. Astaga alarm ku mati, mimpi apa aku semalam. Tanpa pikir panjang aku langsung ke kamar mandi, hanya untuk cuci muka dan sikat gigi. Aku langsung on the way dan untungnya aku tidak terlambat. Author pov Yona berlari menghampiri teman-temannya, sambil ngos-ngosan Yona berkata, "kalian tau cerita ku hari ini guys, alarmku mati dan aku telat." kata Yona. "kami tidak perduli dengan ceritamu, karna itu enggak penting!" ucap wulan. "ini penting guys, karena telat aku gak mandi berangkat kerja" lanjut Yona setengah berbisik. Sontak teman-teman Yona tertawa, dan tanpa sadar Sarah berkata setengah berteriak "berarti kau bau dong enggak mandi, hahaha!" Yona sontak kaget dan menutup mulu Sarah sambil melirik teman kerjanya yang menertawakannya. "pelan-pelan sialan, aku jadi malu! Ketusnya. Merekapun mulai bekerja dan tidak terasa sudah waktunya pulang. "Guys, minggu kita nongki-nongki cantik ya di cafe biasa, aku bete dirumah terus" kata Yona. "Siap, aku juga pengen makan terus" jawab Asih. "Nih anak, makan aja yang ada di otaknya, huh" Sarah menjitak jidat Asih. Minggu telah tiba, Yona bersiap-siap untuk bertemu dengan teman-temannya di cafe X. Sesampai disana, Yona melambaikan tangannya kepada teman-temanya yang sudah tiba terlebih dahulu. "sorry, aku telat. Maklumlah, princes and the queen dandan dulu" katanya tanpa ada rasa bersalah. "Yaudah kamu pesen dulu gih, kita udah pesen tadi, nunggu kamu mah lama!" celoteh Jesica. Yona memesan makanannya, dengan cepat Asih mendekat dan menempelkan dagunya ke pundak Yona. "Hei, kenapa kau muncul bak jelangkung begitu? Tiba-tiba datang dan menempel kepadaku, kau bahkan seperti setan yang akan menempeliku alias merasukiku. Menyingkir dari bahuku atau aku akan memukulmu dengan ini" Yona mengangkat ponselnya. "Heje, aku hanya ingin menambah makananku Yona cantik. Jadi aku ingin menitipnya padamu, bolehkan?" ucap Asih. "Enak saja,aku tau kau hanya ingin meminta gratisan kepadaku. Kau fikir aku ini emakmu? Kalau kau mau, pesanlah lagi untukmu tanpa harus menggangguku" Ucap Yona, namun Asih tidak menghiraukannya. Yona hanya bisa mengelus d**a melihat tingkah sahabatnya itu, biar bagaimanapun Yona marah, ia tetap saja membayar pesanan Asih sahabatnya yang doyan makan itu. "Hei, kenapa kita memiliki teman seperti dia?" tanya Yona kepada teman-temannya. "Aku tidak tau, entah dari mana kita menemukan teman seperti Asih ini" Sarah memimpali. "Hei Sarah, jangan sampai ku robek tulang lehermu itu. Berhenti berbicara buruk tentangku, karena aku bisa menggila jika mendengarmu membicarakanku lagi. Kau tau, aku juga bisa memakan dagingmu dan tulang-tulangmu akan kujadikan sop tulang" kata Asih yang membuat teman-temannya terkekeh. "Sudah pasti kau akan membuat tulang menjadi sop tulang, tidak mungkin menjadi sop daging bambang" ucap Wulan yang membuat mereka kembali tertawa. "Hei, apa kalian tidak merasa ngeri kalau aku menjadikannya sop? Bukan masalah sop tulang jadi daging, tapi ini masalahnya Sarah yang akan aku jadikan menjadi sop" kata Asih tak terima. "Kenapa harus bergidik ngeri? Tidak ada seorangpun yang takut padamu Asih, orang yang takut padamu hanyalah orang yang membawa makanan banyak karena kau akan merampasnya. Seperti sekarang, bahkan aku tidak membawa makanan tapi kau sudah mengambilnya dariku" ucap Yona, lagi-lagi mereka tertawa. Bukannya marah, justru Asih malah ikut tertawa bersama mereka. "Asih, aku ingin bertanya kepadamu" ucap Yona, mengubah raut wajahnya seolah ingin berbicara serius. "Apa? Kenapa wajahmu seperti itu? Kau seolah ingin menerkamku, raut wajahmu sangat mengerikan. Jangan begitu Yoyo cantik, aku takut" ucap Asih. Teman-teman Yona yang lain juga menatap Yona serius, bahkan bergidik ngeri melihat ekspresi Yona. "Ya aku memang serius" ucap Yona, membuat Asih semakin takut. "Apa kau akan seperti ini di depan pacarmu kelak?" tanya Yona yang membuat tawa teman-temannya pecah. "Apakah ini yang ingin kau tanyakan?" ucap Asih. "Ya, ini yang ingin aku tanyakan. Karena aku tak bisa membayangkan jika kau makan sebanyak ini di depan pacarmu nanti, kalau sekarang kau masih bebas karena kau belum punya pacar. Bersyukur kalau pacarmu menerimamu seperti pacarku, tidak protes dengan makanku yang banyak karena badanku kecil. Sementara kau, badanmu sudah besar begini. Apa jadinya kalau pacarmu meninggalkanmu? Jangan pernah menangis di pelukanku, karena sebelum kau datang menghampiriku, aku sudah terlebih dahulu menyilangkan tanganku di d**a tanda penolakan atas pelukanmu" ucap Yona yang semakin membuat teman-temannya tertawa. "Kau memang teman biadap Yoyo, teganya kau begitu terhadapku. Tapi kau tidak perlu khawatir aku akan memelukmu, karena saat aku memiliki pacar, aku akan mengurangi porsi makanku dan menurunkan berat badanku. Itu janjiku untuk diriku sendiri, mempercantik diriku setelah aku punya pacar, karena sekarang aku ingin bebas" jawab Asih. "Hei, kau melakukan apa yang tidak ingin kau lakukan demi orang lain?" ucap Sarah. "Dan kau melakukan itu demi pria yang belum tentu menerimamu apa adanya" Jesica menimpali. "Aku melakukannya untuk diriku sendiri" protes Asih. "Itu bukan untuk dirimu, kau ingin tampil cantik setelah kau punya pacar. Itu artinya, kau cantik untuk orang lain, bukan untuk dirimu sendiri. Cobalah mempercantik diri untuk dirimu sendiri, dan cobalah tampil apa adanya di hadapan orang lain, termasuk pria. Dari sana kau akan tau, pria mana yang tulus padamu dan menerimamu apa adanya" jelas Wulan yang mampu membungkam mulut Asih. "Wulan benar Asih, jika kau ingin diet dan cantik, lakukan dari sekarang. Tapi jika kau ingin dan nyaman seperti ini, lakukan meskipun kau memiliki pacar, dan kau bisa melihat ketulusannya" Yona menimpali. Lima bersahabat itu kembali berbincang, saling menasehati satu sama lain dan menghabiskan malam bersama hingga mereka merasa ngantuk dan memutuskan untuk pulang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD