Sudah beberapa bulan Yona bekerja di pabrik makanan itu. Dan sudah lama juga dia tidak bertemu sang kekasih. Yona duduk di tepi ranjangnya, dan mulai menelepon seseorang.
Yona: sayang, kapan main kesini, aku kangen.
Riko: Iya sayang, nanti aku kesana ya, kerjaaku banyak, kami lembur terus.
Itulah alasan Riko setiap kali Yona meminta dia datang, dan Yona sudah mulai bosan mendengarkan alasan itu. Entah apa yang membuat Yona berfikir ada yang berubah dengan sikap kekasihnya itu.
Riko: Yaudah ya sayang, aku mau kerja dulu, baik-baik disana, langsung tidur jangan mainin hp lagi, bye sayang, love you!
Tanpa menunggu jawaban dari Yona, Riko memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Yona mulai tidak nyaman, tapi Yona tetap berusaha berfikir positif kepada kekasih tercintanya.
"love you too" kata Yona pada foto yang ada di layar handphonenya.
Riko melajukan motornya menuju tempat tongkrongan dimana dia dan teman-temannya biasanya berkumpul. Dia parkirkan motornya dengan rapih lalu ia menghampiri teman-temannya yang sudah terlebih dahulu tiba di sana.
"Hei bro, kok baru sampai? Kita udah dari tadi di sini, ini udah mau pulang" kata teman Riko, Raka. Riko sontak kaget mendengarnya, bagaimana tidak, Riko baru saja tiba di sana dan mereka sudah mau pulang.
"Pulang bagaimana, trus aku di sini sama siapa? Aku udah jauh-jauh datang ke sini, masa aku langsung balik lagi!" kata Riko kesal.
"jangan dengarkan Raka, kami juga baru sampai kok, santai aja" kata Roni sambil menempuk pundak Riko. Riko langsung menatap tajam Raka seperti singa yang ingin menerkam mangsanya. Bukannya merasa takut, Raka malah tertawa melihat ekspresi Riko. Sungguh teman yang sudah mengerti jiea temannya.
Tringgg....tringg...
Riko melihat ada panggilan masuk di ponselnya dan izin keluar sebentar, ternyata kekasih hatinya yang menghubungi. Tiba-tiba wajah Riko seolah bersinar, karena sang kekasih hati menghubunginya.
Maura: Dari mana aja sih, dari tadi di telepon enggak bisa, kamu enggak kangen sama aku?
Riko: iya sayang, tadi lagi nongkrong sama teman-teman, jangan marah gitu dong sayang, nanti cantiknya hilang loh.
Gombal maut yang selalu Riko lontarkan saat ia melakukan kesalahan. Hanya beberapa menit mereka berbicara, teman-teman Riko sudah melambai memanggilnya.
Riko: Udah dulu ya sayang, enggak enak sama teman-temanku, besok kita lanjut lagi ya, love you Mauraku sayang.
Maura: Yaudah, love you too Kokoku sayang.
Sambungan telepon terputus, Riko kembali lagi menikmati kebebasan dan kesendiriannya, lebih tepatnya tanpa ada kekasih di sampingnya.
Yona Pov
Sudah lama aku dan Riko tidak bertemu, lagi-lagi Riko membuat alasan yang sama. Aku yang sudah kesal meminta Riko untuk menemuiku karena jika tidak, kami akan putus. Aku sebenarnya tidak serius akan apa yang aku ucapkan, aku hanya menggertak Riko supaya mau menemuiku. Dan benar saja, rencanaku berhasil, weekend nanti Riko akan datang menemuiku.
Tok..tokk...tok...
"Siapa yang bertamu jam segini, enggak tau apa kalau princess and the queen Yona masih ngantuk" gerutuku dengan bahasa yang amburadul. Dengan rambut acak-acakan sambil mengucek mata, aku membuka pintu. Sontak aku kaget melihat siapa yang berdiri di depan pintuku.
"Hai sayang, kok belum mandi sih, katanya mau jalan-jalan" kata Riko sambil mengusap rambutku. Aku lupa kalau Riko akan datang hari ini, karena sudah terbiasa dengan penolakannya.
"Yaudah, aku siap-siap dulu ya sayang" kataku lalu pergi meninggal Riko. Riko menungguku sambil memainkan ponselku di kamar, sangking lelah atau ngantuk Riko tertidur. Selesai mandi aku menghampiri Riko, aku kasihan melihat Riko yang tertidur pulas karena lelah. Yaaa, yang aku tau Riko kerja lembur, makanya dia sampai tertidur dan aku tidak tega membangunkannya.
Sambil menunggu Riko, aku memainkan ponselnya, membuka aplikasi yang lagi viral saat ini, aplikasi yang bisa menghasilkan uang hanya dengan nonton iklan selama 5-10 detik saja. Percaya tidak percaya, aku hanya iseng-iseng saja, mengisi kegabutan.
Sambil menunggu durasi, aku melirik ponsel Riko yang tergeletak di kasur, mencoba buka aplikasi whatsAap, scroll scroll scroll, tidak ada yang mencurigakan. Hanya ada satu panggilan dari wanita bernama Maura, durasinya hanya beberapa detik, aku berpikir itu hanya rekan kerjanya. Aku mencoba mencari tau apa yang terjadi, karena selama ini tingkah Riko cukup membuatku curiga. Aku kembali membuka aku instagramnya, tidak ada juga, lanjut lagi membuka messenger dan tidak ada juga yang mencurigakan. Aku merasa lega ternyata kekasihku tidak macam-macam di jakarta.
Sampai akhirnya jemariku menyentuh sebuah aplikasi, sebenarnya aku ingin mengembalikan ke layar semula, tapi aku merasa asing dengan apkikasi ini. Aplikasi telegram yang mungkin baru muncul akhir-akhir ini, aku tidak tau soal aplikasi ini. Aku mulai membaca pesan satu persatu, dan aku menemukan nama Maura lagi. 'cepat pulang, nanti bos marah' itu isi pesanya. Ada sedikit hal yang janggal di hatiku, sepertinya nama ini sangat familiar di telingaku. Tapi aku berusaha menghapus kecurigaanku, karena aku tidak mau memikirkan yang tidak baik tentang hubungan kami.
Riko terbangun saat tanganku tak sengaja menyentuh kakinya.
"Eh sudah bangun?" Kataku.
"Maaf aku ketiduran, kenapa tidak membangunkanku?" Riko balik bertanya.
"Iya, aku enggak tega bangunin kamu, sepertinya kau kelelahan lembur terus sampai tertidur, maafkan aku karena sudah memaksamu untuk datang, seharusnya tadi kau istirahat saja di rumah" kataku menyesal.
"Tidak apa-apa sayang, sesekali aku datang, yang penting kamu percaya, aku disana kerja buat masa depan kita" katanya sambil memelukku.
"sebaiknya kita disini saja, supaya kamu bisa istirahat" aku menyarankan. Tapi dia menolak karena dia kesini untuk membawaku jalan-jalan. Aku lebih memilih menuruti ucapannya daripada berakhir debat. Karena memang akhir-akhir ini, kalau aku tidak menuruti apa yang di katakan, maka kami akan berujung perdebatan.
Kami memutuskan untuk berkeliling kota tua atau sering disebut batavia lama, yang ada di taman sari jakarta. Setelah puas berkeliling, kami pulang ke bekasi dan mampir di sebuah mall untuk menonton bioskop. Sebelumnya kami makan dulu di McDonals.
"mau pesan apa?" tanyanya.
"panas 1 spicy large, ice cream choco sundae, french fries large, iced coffee jelly float" kataku tanpa jeda.
"aku enggak heran lagi sama pesananmu, yang aku heran makanmu banyak tapi badanmu enggak gemuk-gemuk" katanya sambil tersenyum padaku. "yaudah aku pesan dulu ya!" lanjutnya lalu pergi memesan makanan.
Belum lama dia pergi, aku melihat ada pesan masuk di WhatsAppnya dari Maura, aku tidak menghiraukannya. Lagi-lagi hp Riko berdering panggilan masuk dari Maura, "apakah se urgent itu pekerjaannya?" pikirku. Dan ting, ada lagi pesan masuk dari Maura, aku tidak berani membukanya, aku takut akan jadi masalah yang menimbulkan perdebatan. Kami selesali makan dan lanjut nonto bioskop. Setelah seharian keliling, kami memutuskan untuk pulang.