Chapter 23

1074 Words

Kardi tersenyum di balik kemudi. Kemudian ia memalingkan wajahnya melirik Kamini yang mencondongkan tubuh menyentuh bahu kirinya. “Ada apa Neng?” “Bapak teh kenapa senyum-senyum sendiri. Awas setres lho, serem ih,” kata Kamini seraya meremas lembut bahu pak Kardi. Kamini meringis dan mengerutkan dahi menatap pak Kardi. Kardi terkekeh geli. “Bapak cuma senang si neng sehat, kandungan juga sehat. Tapi kok bapak lihat besar banget perutnya ya neng? Kayak hamil kembar,” celetuk pak Kardi. Seketika wajah Kamini memerah, ia memalingkan pandangan matanya tak berani menatap Kardi lagi. “Ah, Bapak bisa aja, bentar lagi teh Ami udah dekat melahirkan,” kilahnya. Saatnya belum tepat untuk terbuka. Ami tetap harus berhati-hati, jangan mudah percaya dengan siapapun di dalam rumah itu. Kamini lang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD