Chapter 5

1139 Words
#Reynard. Selepas mengantarkan perempuan yang baru dikenalinya itu pulang ke rumahnya, Reynard lantas beranjak langsung pulang menuju rumah. Sesampainya disana keadaan rumah kosong melompong. "Huff ..." Menghela napas perlahan coba meredamkan amarah yang masih terasa sejak tadi siang tentang kedua orangtuanya yang masih terus berseteru. Begitu berpijak kedalam rumah, beranjak menuju ke dapur lantaran dia lapar. Lantas langkah terhenti begitu mata melihat sebuah aplop kecil di atas meja bertuliskan seperti sebuah pesan. "Apaan ni?" Dia ambil itu, mengamati tulisan tersebut ternyata berisikan pesan "Untuk Reynard" perlahan dia pun membaca isinya. "Aissh, bangs't!" dia langsung robek-robek kertas itu selepas membaca isinya dilanjutkannya menghantam beberapa benda tak jauh darinya. Braak! Braak! "Bangs't, kepar't!" Tak henti dia mengumpat lantaran hatinya rasa bagai tersayat-sayat. Didalam surat itu adalah pesan dari sang ibu yang mengatakan bahwa kini mereka sedang mengurus perceraian hendak sidang pada hari esok. Sang ibu mempersilahkannya memilih antara pulang ke rumah kakek dari pihak ibu maupun pulang ke Kakek dari pihak ayah lantaran rumah itu sudah langsung di jual oleh mereka dan kebetulan langsung ada yang beli. Didalam pesan tak luput menyebutkan bahwa hari esok rumah tersebut harus di kosongkan lantaran itulah permintaan sang pembeli. Tak heran membuat Reynard teramat emosi. Apalagi melihat inti pokok pesan dari sang ibu yang berkata 'Silahkan kamu mau ke rumah nenek dan kakek kamu yang mana, kamu pilih sesukamu. Biaya sekolah kamu udah di tanggung sama mereka, Rey.' Membuat Reynard beranggapan mereka benar-benar tak mempedulikannya sedikitpun! "Bangsa't!" Ditengah Reynard meluapkan rasa kesalnya itu, tiba-tiba perhatian menuju ke arah pintu lantaran ada seorang lelaki dengan perempuan masuk kedalam rumahnya, tak lain adalah sang pembeli rumahnya, Reynard menduga kedua orang itu hendak melihat-lihat. Begitu mereka masuk, maka tampaklah Reynard yang kini masih berdiri tak jauh dari sofa oleh mata mereka. "Oow, masih ada orang rupanya" Ucap orang itu, memang benar sang pembeli rumahnya tak lain dialah Reyhan Terence. Yakni, seorang lelaki dewasa yang hendak di jodohkan dengan Beathriz si perempuan yang tak sengaja berjumpa Reynard di depan ruko-pinggir jalan tadi. Reyhan kini bersama perempuan selingkuhannya bernama Viona yang telah di jemput oleh Reyhan sesuai janjinya hingga dia tega meninggalkan Beathriz di pinggir jalan tadi. Reynard tak menghiraukan kata Reyhan maupun menyapanya walau sebatas senyuman saja. Sementara Reyhan lekas berkata pada sang wanita berparas anggun nan sexy di sebelahnya itu, "Gimana rumahnya sayang, apa kamu suka?" menoleh ke seluruh penjuru arah yang belum dikosongkan isinya kian membuat Viona tersenyum. Rayhan sudah mendapatkan kunci rumah itu lantaran sudah Deal-di bayar lunas. "Ya ampun Rey ... Aku makin cinta deh sama kamu sayang ..." Balas Viona tak ayal membuat Reynard menoleh ke arah mereka. Didalam batin Reynard berkata 'Cih, nama gua di pakek pula ama tuh cowok, sial!'' Ya, mereka memiliki nama depan yang sama 'Rey' meski ujungnya berbeda (Reynard dan Reyhan) Dan inilah yang sempat digumamkan oleh Beathriz saat kenalan dengan Reynard tadi. (Kenapa nama kamu harus Rey juga sih!') sebagai tanda si Beathriz teramat muak dengan pria yang bernama Reyhan ini. ___ Lantas Reyhan dan Viona saling merekatkan jarak tak ayal terjadilah ciuman mesra tak mempedulikan masih ada Reynard disana. "Dih, kumpul kebo nih orang" Gumam Reynard sempat melihat adegan mereka berdua, lekas dia palingkan wajah enggan melihat sejoli mesra di sana. Sementara kedua sejoli itu kian menyadari, Khususnya si Viona "Hm ... sayang tahan dikit dong masih ada orang tuh," Melirik ke arah Reynard sejenak. "Oh ya sayang, kapan kamu mau menepati janji kamu menikahiku?" Viona berkata pada sang kekasihnya dengan manjanya. "Sabar dulu dong sayang, setelah papaku menyerahkan perusahaan padaku, aku janji bakal nikahin kamu" Balas Reyhan tak kalah menggodanya tampak tak tahan hendak melakukan sesuatu seperti biasanya. Melakukan apa lagi kalau bukan berhubungan badan? Ya, itulah yang sering Reyhan lakukan tanpa sepengetahuan Beathriz, lantaran selama nyaris satu tahun Reyhan menjalin kekasih dengan Beathriz, dia selalu di tolak kerap kali Reyhan menginginkan hal yang memang belum saatnya di lakukan itu (Berhubungan badan) Beathriz pernah berkata "Lakukan nanti sepuasmu setelah aku sudah menjadi istrimu" Reyhan kesal tak mendapatkan apa yang dia inginkan, Lantas di belakang sang calon istrinya itu, dia lakukan dengan banyak perempuan salahsatunya bersama perempuan yang kini sedang bersamanya tak lain dialah Viona. "Kamu gak bo'ong kan sayang mau nikahin aku?" Lanjut Viona. "Enggak dong sayang, aku beneran cinta sama kamu, aku pasti akan segera nikahi kamu." Reyhan merekatkan jaraknya penuh goda kian membuncahkan hasrat yang makin tak tertahankan. Lantas si Reynard berkata "Hei bang" kian memecahkan hasrat Reyhan pada si perempuan itu. Menatap Reynard tajam kemudian menjawabnya "Ada apa?" "Kalo kebelet ngent0t sebaiknya jangan di sini, bang. Cari saja hotel sana" Ceplos Reynard. "Apa maksud kau, rumah ini sudah menjadi milik saya. Apa urusanmu berkata seperti itu hah, kurang ajar sekali kau punya mulut, pergi kau dari sini!" Reyhan geram. "Oke, rumah ini memang sudah loe beli, tapi bukan berarti loe bisa ngent0t di atas barang-barang kami, bang. Sudah disepakati mau di kosongkan dulu di hari esok bukan?" Jawab Reynard. "Cih, nyalimu besar juga anak muda. Tapi etikamu tumpul! Apa kau tidak tahu siapa saya hah!" Balas Reyhan penuh angkuh. "Gua gak peduli siapa elo, mau elo pejabat kek, konglomerat kek, apa orang sekarat kek, gua kagak peduli! tapi yang pasti gua gak akan biarkan kalian ngent0t di atas barang-barang gua, ngerti loe!" Balas Reynard. "Brengs'k! Buka masker kau itu." Pinta Reyhan hendak membidik parasnya akan siasat tertentu (Balas dendam) "Cih, kalo Loe emang jantan yang gak hanya mainan perempuan saja yang loe bisa, loe buka sendiri aja." Tantang Reynard menumbuhkan amarah pada diri Reyhan "Bede'ah kau punya mulut!" maka, Reyhan maju mendekat hendak melepaskan paksa khas seorang penguasa. Tetapi, dia tak melihat situasinya lantaran kini bukanlah didalam kantornya, sehingga Kalimat penguasa itu tak akan berlaku apalagi didepan pemuda bernama Reynard ini. Maka ... Begitu Reyhan berpijak semakin mendekat padanya, si Reynard menghindar dengan lincahnya kala tangan Reyhan mengulur ke arah wajahnya. Seet! Kesal tak kunjung berhasil meraih masker pemuda itu, akhirnya Reyhan meluncurkan sebuah pukulan padanya. Brak! Pukulan itu mengenai tepat pada bagian rahang, lantas Reynard menatap tajam kemudian berkata, "Wah, mau main kekerasan ya? Oke. Come on ... Gua ladenin sampek loe puas." Reynard menantang lantaran dia memang sengaja menunggu lawan yang memukul duluan. Karena inilah tak-tik melawan orang kaya raya seperti si Reyhan ini. Yakni, apabila Reynard yang memukul duluan pastilah rentan terhadap laporan ke polisi, menyadari negara ini adalah negara hukum, asal mukul berbuntut penjara apalagi berurusan dengan orang kaya raya dan angkuh seperti Reyhan? Pastilah hal itu dapat terjadi. Tetapi kini, keada'annya Reyhan-lah yang sudah memukul Reynard duluan, maka dengan mudahnya Reynard membalasnya. Braak! Braak! Brakk! "Arrghh" Tak kuasa Reyhan melawannya lantaran dia bukanlah lelaki yang ahli dalam bidang berkelahi, meringkuk hingga darah muncrat dari bibirnya. Sementara Reynard beranjak, mencengkram kuat kerah Reyhan-berjarak dekat. "Gua ingetin sama loe ya, dan dengerin baik-baik loe punya telinga! jadi orang gak usah sombong dengan harta kekayaan yang loe punya itu. Ngerti loe!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD