Chapter 4

1512 Words
Selepas Reynard pergi, dari sisi Beathriz kini dia melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumahnya. Tampak disana ada sang ibu duduk santai di ruang televisi sembari membaca beberapa majalah favoritnya. "Be," Panggil sang ibu semasih Beathriz hendak langsung menuju kedalam kamarnya. "Ya Ma." Menoleh sejenak. "Kesini sebentar" "Ya Ma, ada apa?" Tanya dia selepas duduk di kursi tak jauh dari letak sang ibu. Sebelum memulai perbincangan, sang ayah (Jefferson) pulang dari kantor lantas duduk bersama hendak berbincang suatu kepentingan. "Papa dan Mama sudah memilih tanggal yang tepat untuk pertunangan kamu dengan Rey, Be." Ucap sang Ibu bernama Giovani. Beathriz menghela napas perlahan "Huff ..." Coba meredam dan menunda suatu kalimat yang belum ingin dia katakan pada orangtuanya. "Sebaiknya gak usah ngomongin ini dulu ya Ma, Pa." Jawabnya hendak berdiri. "Apa maksud kamu Be, kamu dan Rey baik-baik saja kan?" "Gak ada maksud apa-apa. Aku lagi capek dan pusing aja Ma, Pa." Jawabnya. "Apa ada masalah di resto kamu?" sambung sang Ayah. Beathriz mengangguk perlahan. "Iya, ada dua karyawan yang break, Pa." Pungkasnya tak ingin bincang panjang, beranjak pergi dari sana. "Be, Beathriz tunggu!" Panggil sang Ayah, lengan langsung di sempil oleh istrinya "Udah pa, biarkan dulu saja." "Masalahnya ini penting menyangkut perusahaan kita Ma." Keluh Jefferson tak ayal mengusap kening pertanda Depresi. "Iya Mama tau pa, tapi keliatannya Beathriz juga lelah. Biarkan dia istirahat dulu, esok kita bisa obrolin lagi ya ..." Memberikannya air mineral, "Sebaiknya Papa minum dulu gih, pasti papa lelah bukan?" "Hum, terima kasih ya sayang" Balas Jefferson menerima itu, kemudian meminumnya. Sementara Kini Beathriz masuk kedalam kamarnya tampak Frustasi. Dia lemparkan tas yang di tangannya ke kasur di susul merebahkan badannya di kasur juga. Breegh! "Huuff ..." Helaan napasnya mengiringi rasa gundah dalam hatinya. Memejam perlahan lantas terngiang segala yang terjadi pada hari ini. ___ #Flashback On Dia Beathriz Jefferson, seorang wanita dewasa usia 25 tahun menjelang 26. Berparas anggun khas wanita Indonesia, Berciri-ciri tinggi 165 Cm dengan berat 57 Kg, jenis warna kulit tentunya khas Indonesia, hidung mancung, bibir tipis, alis bagai bintang sabit, bentuk mata Almond shape yang indah baik tidak pakai riasan apalagi bila dipakaikan riasan tentunya sangat menarik perhatian, rambutnya lurus bagai di Smooting namun alami berwarna hitam dan panjang nyaris mencapai pinggul, serta memiliki lisung pipi saat senyum dikedua pipi yang menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap mata lelaki. Di usianya yang sekarang memang sudah cukup matang untuk menjalin hubungan keseriusan. Tetapi, dia bukanlah seorang wanita yang mudah menaruh hatinya pada sembarang pria bahkan sejak dia masih remaja. Hanya segelintir pria yang pernah disukainya bahkan jumlahnya bisa dihitung dengan jemari tangannya saja. Hingga kini tepat usia 25 tahun, dia masih belum terpikirkan untuk menikah. Keadaan yang mendesaknya mengharuskannya menjalin suatu hubungan kekasih dengan seorang pria pilihan kedua orangtuanya. Dialah pria bernama Reyhan Terrence biasa di panggil 'Rey' Seorang pria berparas tampan dan dewasa berusia 27 tahun bakal pewaris perusahaan pemegang saham tertinggi di kota. Meski perusahaan belum sepenuhnya di serahkan padanya tetapi dia sudah memegang kendali perusahaan tersebut sebagai Ceo. Sementara kenapa Beathriz hendak di jodohkan dengan pria itu oleh orangtuanya adalah untuk mempertahankan perusahaan tak seberapa unggul seperti milik Jefferson. Ya, perjodohan tersebut hanyalah berkedok bisnis belaka. Beathriz di rundung kebimbangan lantaran meski dia seorang perempuan, dia adalah anak pertama dari dua adik-adiknya. Adik pertama seorang laki-laki masih belum selesai mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) berusia 23 Tahun. Sementara adik ke-2 seorang gadis masih belasan tahun (18 tahun) masih menempuh pendidikan XII-SMA. Pastilah Beathriz berpegang teguh pada tangung jawab keluarga sehingga sulit baginya untuk menolak keinginan kedua orangtuanya itu demi menstabilkan kondisi perusahaan yang nyaris porak-poranda serta demi berkelanjutan pendidikan kedua adik-nya. Dia memang berhasil menjalin hubungan kekasih dengan si Reyhan, Tanggal pertunangan dan pernikahan sebenarnya sudah ditetapkan sebelumnya, tapi semua itu belum di ketahui olehnya. Meski demikian, ada sesuatu yang membuatnya berpikir 5 kali bila menjadi istri si Reyhan. Kenapa demikian? Lantaran nyaris satu tahun lamanya menjalin hubungan kekasih dengan Reyhan, sifat asli Reyhan sudah sangat tampak. Dia bisa dikatakan seorang pria berhati iblis, lidahnya setajam pedang, serta sikap arogan serta sangat keras kepala. Tidak pernah memikirkan perasaan Beathriz sedikitpun, bahkan selama berhubungan kekasih dengannya Reyhan sudah beberapa kali ganti kekasih alias selingkuh. Beathriz sebenarnya sudah mengetahui perselingkuhan itu, tetapi selama ini dia mencoba diam menghindari perseteruan hanya untuk mempertahankan keinginan kedua orangtuanya dapat berhasil menjadi istri si Reyhan. Tapi kenyataannya semakin dibiarkan si Reyhan semakin seenaknya sendiri bahkan dia seperti mahluk yang tak memiliki hati. Dikatakan tak memiliki hati lantaran yang dia pikirkan adalah "Bakal istri sudah punya, tapi kepuasan diri masih didapatkan dengan bebasnya" Alias dia memang akan memperistri Beathriz sesuai kesepakatan yang ada, tapi kepuasan b******a tetap akan dia dapatkan dengan wanita mana saja. Baginya seorang istri hanya untuk mengandung dan melahirkan anak-anaknya saja bagaikan sebuah mesin pencetak anak. Apalagi hadirnya Beathriz ini yang berkedok dari uang belaka maka yang dia pikir apa bedanya si Beathriz dengan wanita yang menjual tubuhnya? Tak heran Reyhan perlakukan Beathriz seenaknya jidatnya! Gila! memang gila itulah pemikiran seorang pria yang bernama Reyhan Terrence tanpa mengetahui sesungguhnya Beathriz menjalaninya saja dengan amat terpaksa bahkan sangat menyiksa lara. __ #Next Seperti yang telah terjadi pada hari ini, Reyhan berencana hendak mengajak Beathriz pergi makan malam ke sebuah restoran yang sudah menjadi objek kunjungannya, dia menjemputnya dari sebuah Restoran sederhana yang masih dirintis oleh Beathriz itu, lantas semasih di perjalanan tiba-tiba Handphone Reyhan berdering tak lain adalah panggilan dari selingkuhannya. Awal mula dia biarkan tapi akhirnya dia angkat, lantas selingkuhannya itu berkata ingin di jemput di suatu tempat dan menagih suatu janji yang pernah Reyhan katakan pada dia. Seharusnya Reyhan tolak tapi tiba-tiba si Reyhan malah menurutinya saja, tanpa memikirkan saat ini dia masih bersama calon istrinya. Lantas dia menyodorkan uang pada Beathriz sambil berkata "Kamu pulang naik taksi saja ya, aku ada urusan mendadak." "Hah?" Tentunya Beathriz terkejut dibuatnya, lantaran kerapkali si Reyhan melakukan seperti ini padanya, dia yang mengajak, dia pula yang main membatalkan seenaknya jidatnya. "Sudahlah turuti saja apa susahnya, makan malam lain waktu saja bisa kan? Sekarang Aku ada urusan penting dan sangat mendadak." Ucap Reyhan, melihat Beathriz masih diam saja, maka dia mengulang kalimatnya "Ambillah, apa jumlah uang-nya masih kurang buat bayar taksi?" "Urusan penting yang kamu maksud itu dengan selingkuhanmu bukan?" Jawab Beathriz dengan nada ketus menahan amarah yang kini sudah membelenggu jiwa bagaikan gunung berapi yang hendak meletus. Si Reyhan terdiam, seraut wajahnya muram, deru napasnya memburu tampak sangat geram tak ayal lembaran uang di tangannya itu dia genggam. "Kamu pikir selama ini aku gak tau Rey? kamu pikir aku cewek bodoh yang gak tau calon suaminya sering pergi dengan wanita lain? Kamu anggap aku apa sih Rey? Aku selama ini diam, bukan berarti aku gak tau, Rey!" Reyhan masih terdiam. Sementara Beathriz lekas mengemukakan tuntas rasa kesalnya itu "Kenapa kamu masih diam saja Rey? aku tau hubungan kita terjalin karna orangtuaku. Tapi apa kamu pantas ngelakuin semua ini sama aku Rey! dimana kamu menaruh mata hatimu hah!" Telinga Reyhan terasa panas mendengar wanita disebelahnya banyak berkata. Maka ... "Diam! kamu mau tau jawaban aku menganggapmu apa kan? Baiklah, dengarkan baik-baik. Kamu wanita yang tak lebih hina dengan para pelacuur disana, yang dijual oleh orangtuamu demi uang saja, ngerti kamu!" Ucap Reyhan dengan segala keangkuhan-nya. "Apa kamu bilang?" Tak kuasa Beathriz menahan pedih diri dihina sedemikian rupa oleh bakal suaminya, darah bagai mendidih di setiap urat nadinya. Degup jantungnya terpacu kencang seumpama bumi diterpa angin topan. Tangan melayang di udara kemudian mendarat tepat di pipi si Pria. Plak! "Kamu benar-benar lelaki berhati iblis Rey! Kamu tak akan pernah tahu di posisiku seperti apa. Jika memang bagimu sebuah ikatan pernikahan tidak kau pentingkan, Melajanglah kamu seumur hidupmu tak akan pernah kamu menemukan cinta sejati dari seorang wanita sampai akhir hayatmu." Menyumpah serapah sementara air matanya sudah tumpah. Si Reyhan memegangi pipinya itu tak ayal meliriknya tajam. "Bodoh! Dasar wanita tak tahu diri kau, Beathriz!" "Ya, aku memang bodoh tapi Aku akan merasa lebih bodoh jika meneruskan hubungan ini dengan lelaki iblis sepertimu. Sekarang juga kita putus!" kalimat terakhir dia ucapkan sebelum akhirnya dia berkata "Hentikan mobilnya, kamu tadi ingin aku turun bukan, cepat hentikan! hiks, hiks, hiks," Maka, Reyhan pacu kendaraannya menuju bahu Jalan. Beathriz tak membuang banyak waktu, lekas turun dari sana. "Be, Beathriz!" Panggil si Reyhan semasih Beathriz keluar dari mobilnya. Tetapi Beathriz enggan menghadapnya. Reyhan malah pacu lagi kendaraannya hendak menemui selingkuhannya tanpa mempedulikan si wanita yang dijuluki sebagai calon istrinya itu. __ Sementara Beathriz kini sesegukan seorang diri, merasakan kesedihan mendalam dalam hatinya. Dia menyadari lelaki itu bukanlah lelaki yang dia cintai, tapi keadaan ini yang membuat air matanya tak dapat dibendung membanjiri kedua pipi. Angan melayang pada kondisi keluarganya, bagimana dia akan menghadapi kedua orangtua nantinya? Percikan air hujan masih terus berjatuhan membuatnya lekas melangkah-meneduh ke tepi Ruko tak jauh dari pinggir jalan. Tiada sangka, ditengah kebimbangan hati yang membelenggu rongga jiwanya itu, dia berjumpa dengan seorang pemuda remaja bertopeng yang cukup misterius tetapi unik dan lucu, pemuda yang menutupi wajahnya bagaikan teroris, dialah Reynard Aurelius Manuel. Mampu membuatnya tertawa lepas hingga kepedihan yang ia rasakan bagai musnah ditelan alam. #Flashback Off
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD