Aku sebenernya nggak mau bikin note di atas sini, tapi, WOW AKU EXCITED BGT. Nggak nyangka banyak yang excited sama cerita yang membingungkan plus drama ini. Cuman di cerita ini kalian sampe neror aku buat update, dan cuman cerita ini yg bikin aku update hampir tiap hari. Intinya makasih buat yang udah vote dan komen, ugh aku sayang sama kalian❤❤. Semoga di sequelnya [BBGS: 2] Secret, kalian bisa excited seperti di sini, bisa nerror aku seperti di sini❤❤❤❤❤ lafyu beybeh❤❤❤
Dua minggu kemudian
Sherly Williams berjalan tergesa-gesa menuju sebuah ruangan tempat Farrel Manggala Wdyatmaja bekerja. Tanpa menghiraukan panggilan dari sekertaris Farrel, Sherly terus menerobos masuk. Bahkan ia sempat hampir terjatuh karena sepatu hak tingginya, bersyukur karena ia seorang model yang sudah terbiasa dengan sepatu hak tinggi.
"Nona, kau tidak bisa masuk ke dalam, Tuan Farrel sedang ada tamu penting," cegat Rina--sekertaris Farrel.
Sherly menghentikan langkahnya, kemudian menoleh dan menatap tajam pada Rina, "Kau tau dengan siapa kau berbicara sekarang? Aku calon istri, Tuanmu itu!"
"Ta-tapi, Nona-"
"Diam, atau aku akan memecatmu," ancam Sherly yang langsung membuat Rina bungkam.
Sherly kembali berjalan dengan tidak santai menuju ruangan Farrel, wanita berumur dua puluh dua itu menerobos masuk tanpa permisi ke dalam ruangan yang sedang tidak terkunci itu. Matanya membulat sempurna, saat melihat Farrel dengan seorang wanita, Hell! Siapa wanita itu, berani berciuman dengan calon suaminya?!
Segera Sherly menghampiri Farrel dan Wanita itu. Sherly menjambak rambutnya, hingga wanita itu meringis, "Siapa kau berani mendekati calon suamiku, b***h!"
Retha, wanita itu menggeram kesal, "Siapa di sini yang kau sebut dengan calon suami, b***h?!"
Sherly mengernyitkan dahinya kala ia meneliti wajah wanita di hadapannya ini. Ya, Tuhan. Ini tidak mungkin dia, kan? Bukankah dia ada di tempat yang jauh? Bagaimana mungkin ia bisa kembali lagi?!
"K-kau, bagaimana kau bisa kembali ke sini?!"
"Apa maksudmu?" Retha menaikkan alisnya, "oh, kau pasti Sherly Williams 'kan? Wanita yang di jodohkam dengan suamiku."
Nafas Sherly menderu kasar, "Bagaimana kau bisa kembali?!"
"Dengarkan aku, Nona Sherly yang terhormat. Aku, Istri sah dari Farrel Manggala Wdyatmaja, telah kembali. Jadi, kau tidak perlu repot-repot untuk datang ke sini lagi," Retha melipat kedua tangannya di depan d**a, "lagipula, aku sudah menemui Kakekmu dan membatalkan perjodohanmu dengan suamiku."
Kesal, Sherly menghentakkan kakinya. Wanita itu bergegas keluar, namun, baru beberapa langkah, Retha kembali menyerukan namanya.
"Nona Sherly Williams," panggil Retha yang membuat langkah Sherly terhenti, "stay away, from my husband. Jika kau masih berani mendekatinya, atau bahkan masih berfikiran bahwa kau akan menikah dengannya, aku adalah orang pertama yang akan menggali kuburanmu."
Setelah selesai mendengar ucapan Retha, Sherly bergegas keluar dari ruangan menegangkan itu seraya membanting pintu dengan kasar.
"Wow, ternyata galak adalah sifat aslimu," komentar Farrel yang daritadi hanya menonton.
"Padahal tanganku sudah gatal untuk membalasnya," Retha berjalan mendekati Farrel dan duduk di pangkuan Pria itu.
"Aih, kasihan sekali Istriku yang cantik ini," Farrel mengelus pipi Retha, kemudian beralih mengelus kepalanya yang menjadi korban Sherly tadi.
"Aku tidak bisa membayangkan kalau kau menikah dengan wanita barbar seperti itu," cibir Retha, kesal.
Farrel terkekeh, "Apa Dave mengatakan sesuatu padamu?"
"Apa?"
"Dave bilang, dia menyukai Bara. Dia ingin meminta adik seperti Bara, menurutmu bagaimana?" tanya Farrel dengan senyum nakalnya.
"Itu keinginan Dave, atau kau?" Retha memukul keras bahu Farrel.
"Ya, sebenarnya keinginkan kami berdua. Dave menginkan adik, dan aku menginginkan seorang Putri," Farrel terkekeh.
"Jika yang lahir bukan seorang putri?"
"Maka kita akan terus memberikan Dave adik, sampai kita mendapatkan putri. Walaupun jumlah putra kita sudah menyamai tim sepakbola," Farrel terkekeh, "ayo pulang."
***
Entah sudah untuk yang keberapa kalinya, Sherly mendial nomor seseorang dan orang itu tidak mengangkatnya. Wanita itu menggeram kesal, air matanya mengalir di pipinya. Sia-sia sudah usahanya lima tahun lalu, semuanya telah berakhir.
Ponselnya kembali berbunyi, Sherly menatap layar ponselnya yang menampilkan deretan nomor asing. Dahinya mengernyit, sedetik kemudian Sherly menggeser icon hijau yang tertera di sana.
"Ya?" sahut Sherly.
"Hey, bebaskan aku!"
"Charles?" Sherly mengernyitkan dahinya, "bagaimana bisa kau membiarkan wanita itu lolos?! Aku sudah memberimu banyak uang untuk membawanya pergi sejauh mungkin, bagaimana bisa ia kembali dan menghancurkan segalanya?!"
"Kau tanyakan saja sendiri bagaimana caranya pria itu bisa menemukan istrinya! Lagipula, kau tida pernah memberitahuku bahwa suami wanita itu adalah pria yang bekuasa!" geram Charlws di sebrang sana.
"Seharusnya aku memang menyingkirkan wanita itu dan bayinya!" Sherly langsung mematikan sepihak teleponnya.
Lima tahun lalu, entah Sherly beruntung atau tidak, Farrel-lelaki yang sangat ia kagumi mengalami kecelakaan pesawat bersama Istrinya di London. Ia tahu, Farrel sudah memiliki istri, tapi apa salahnya jika kita mengagumi orang itu?
Seperti mendapatkan tangkapan besar, ternyata Farrel ditemukan dan dirawat satu rumah sakit dengan Kakeknya yang kebetulan sedang menjalani check up di rumah sakit yang sama. Yang lebih menyenangkan adalah kenyataan bahwa Istri Farrel juga ditemukan. Tapi Sherly tidak mempersatukan mereka, Sherly menyuruh seseorang untuk membawa kabur Retha dengan cara menyabotase ambulance yang membawa wanita itu.
Semuanya sangat tenang, apalagi saat Farrel menderita amnesia yang bahkan membuatnya tidak mengingat dirinya sendiri. Maka dari itu, Sherly bahkan tidak perlu mengatakan bahwa Retha sudah meninggal atau apalah. Karena Farrel tidak ingat dengan wanita itu, dan Sherly sudah menyingkirkan wanita itu.
Tapi, sekarang semuanya tidak berjalan sesuai skenario yang telah Sherly buat secara sempurna. Segalanya telah hancur, dan impiannya untuk menikah dengan lelaki impiannya telah sirna. Harapan Sherly telah pupus, sejauh apapun ia memisahkan sepasang Suami Istri itu, mereka akan tetap bersatu.
***
"Ayah!" Dave menggedor-gedor pintu kamar Farrel dengan tidak sabaran, "Ayah!"
Dave menggerutu, sudah berkali-kali ia menggedor pintu kamar Farrel. Namun, lelaki itu tidak kunjung keluar juga. Padahal Dave sudah menunggu sangat lama, dan sekarang ia sudah tidak bisa menunggu lagi.
"Ayah!" Dave kembali menggedor pintu kamar Farrel, namun tetap tidak mendapatkan jawaban.
"Hey, Dave!" panggilan itu membuat Dave menoleh dan mendapati Samudra tengah berjalan ke arahnya.
"Uncle, kenapa kau menerobos masuk rumah orang tanpa izin?"
Samudra menggaruk kepalanya yang tidal gatal, "A-aku sudah izin pada satpam."
Dave menaikkan alisnya, "Pemilik rumah ini Ayahku, bukan satpam."
"Nah, iya! Di mana Ayahmu? Aku perlu berbicara dengannya."
"Dia di dalam kamar," Dave menunjuk pintu kamar Farrel dengan dagunya.
"Sedang apa? Tidur?" Samudra ikut menoleh pada arah yang Dave tunjuk.
"Tidak."
"Lalu?"
"Kan semalam paman yang menyuruhku untuk meminta adik, tadi Ayah bilang ia akan membuatnya. Tapi, ia lama sekali membuatnya," Dave mengerucutkan bibirnya.
Hampir saja tawa Samudra pecah jika ia tidak bisa menahan, "Jadi, kau benar-benar meminta adik?"
Dave mengangguk, "Tapi, kenapa lama sekali membuatnya? Paman bilang itu hanya sebentar."
"Harusnya memang sebentar," Samudra berjalan mendekati pintu kamar Farrel, kemudian menggedornya dengan keras, "hey, apakah Adik untuk Dave sudah selesai?!"
Tidak lama, Farrel keluar dengan wajah kesal, "Untuk apa kau ke sini?"
"Heh, apakah kau lupa kita memiliki bisnis penting dengan Keluarga Bramasta?"
"Astaga, aku lupa," Farrel menepuk kepalanya, "tunggu sebentar, aku akan bersiap-siap."
"Sudahlah, aku sudah mengurusnya. Lagipula, rapat itu dibatalkan karena istri Tuan Bramasta baru saja melahirkan," ucap Samudra yang membuat Farrel menghela nafasnya lega.
"Ayah," panggil Dave membuat Farrel menunduk ke arahnya.
"Ada apa?"
"Di mana adikku? Apa kau sudah selesai membuatnya? Uncle Sam bilang membuat adik itu hanya sebentar," Dave menatap Farrel dengan mata bulatnya.
To be continued
Part terakhir diprivate, follow dulu☺
Berbi lelah drama mulu, konfliknya cukup deh ya. Sadnya juga udah aja.
Next? Last part?
#menolakending
#setujuending
400 vote + 400 komen